Masih ingat Muntazer Al-Zaidi, wartawan Irak yang menghebohkan dunia gara-gara melempar Bush (mantan presiden AS) dengan sepatunya tahun 2008 lalu? Ia mungkin tidak akan mengira bahwa suatu saat dia sendiri yang bakal dilempar sepatu. Tapi insiden ini benar-benar terjadi, saat Al-Zaidi memberikan keterangan pers di Paris, Prancis, Selasa (1/12).
Sebuah sepatu melayang ke arahnya dan hampir saja mengenai muka Al-Zaidi. Insiden ini berubah menjadi keributan karena saudara lelaki Al-Zaidi bernama Maitham berusaha mengejar pelakunya dan balas melempar si pelaku yang ternyata wartawan Irak juga, dengan sepatunya. Untunglah keributan tidak berlangsung lama. Al-Zaidi tidak menghiraukan insiden tersebut dan tetap melanjutkan konferensi persnya. Ia mengatakan bahwa lemparan sepatunya pada Bush sebagai protes terhadap penjajahan AS di Irak.
“Saya melakukan itu untuk menentang penjajahan. Saya tidak melakukannya pada sesama warga Irak. Sejak awal saya tahu bahwa tidak ada yang bisa menghentikan penjajahan dan orang-orang yang berada dibalik penjajahan itu tidak bisa akan bisa menghentikan saya. Apa yang baru Anda lihat sekarang, dia telah meniru teknik yang saya gunakan,” kata Zaidi menyindir orang yang melemparkan sepatu ke arahnya.
Pelaku pelemparan yang kemudian diketahui bernama Seif Al-Khayat mengaku kesal Zaidi menceritakan insiden lemparan sepatunya pada Bush. “Tindakannya pada Bush membuat malu wartawan Irak dan Arab,” kata Al-Khayat seperti dikutip kantor berita Aswat al-Iraq. Al-Khayat menganggap tindakan Zaidi tidak ada hubungannya dengan kerja jurnalistik dan pesan yang ingin disampaikannya untuk menentang penjajahan AS di Irak.
Akibat melempar Bush dengan sepatu, Al-Zaidi harus berurusan dengan pengadilan dan divonis tiga tahun penjara. Tapi ia mendapat keringanan hukuman karena berkelakuan baik dan bebas pada bulan September kemarin. (ln/prtv)