PARIS (SuaraMedia News) – Menteri Pertahanan AS Robert Gates berada di Eropa dan bertemu dengan negara-negara sekutu AS untuk membahas mengenai perang di Afghanistan. Hal itu merupakan peristiwa yang biasa terjadi.
Namun, ada sesuatu yang menghilang. Dalam kunjungan selama satu minggu tersebut, Gates tidak meminta rekan-rekannya di Eropa untuk mengirimkan tambahan pasukan.
Pergeseran pendekatan Gates tersebut merefleksikan adanya pertumbuhan signifikan jumlah pasukan AS dan sekutu tahun lalu, demikian halnya dengan perubahan strategi dalam perang yang dipimpin Amerika Serikat tersebut.
Bukannya memaksakan penambahan jumlah pasukan, misi Gates telah berubah menjadi lebih halus, ditujukan untuk menyesuaikan percampuran pasukan sekutu, dan penekanan mengenai pentingnya bagi para pelatih untuk meningkatkan kemampuan pasukan pertahanan Afghanistan.
Dengan penambahan pasukan yang disetujui Presiden Obama pada bulan Desember lalu, jumlah pasukan AS akan meningkat menjadi hampir 100.000 orang tahun ini. Perlu ditambahkan bahwa jumlah pasukan sekutu hampir mencapai 40.000 orang.
Para pejabat AS mengatakan bahwa sekutu berkomitmen untuk mengirimkan 10.000 orang tambahan pasukan sejak pemerintahan Obama melakukan tinjauan ulang strategi tahun lalu. Pada hari Minggu lalu di Italia, Gates mengatakan bahwa mengirimkan sebanyak mungkin pelatih pasukan adalah hal yang penting.
Pekan lalu, Perancis mengumumkan bahwa pihaknya hanya akan menyediakan tambahan pelatih sebanyak 80 orang. Sebagian kalangan memandang hal tersebut sebagai hinaan untuk AS. Sebaliknya, Italia sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya akan meningkatkan jumlah pasukannya sebanyak 1.000 orang.
Namun Menteri Pertahanan Perancis, Herve Morin tetap mempertahankan kontribusi yang diberikan negaranya. Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah sesi konferensi pers gabungan bersama Gates. “Kami telah menambahkan 1.300 orang pasukan dalam waktu kurang dari dua tahun,” kata Morin.
Akan tetapi, AS membantah bahwa pihaknya merasa kecewa dengan keputusan Perancis yang hanya mengirimkan 80 orang pelatih ke Afghanistan. AS tetap berharap bahwa Presiden Nicolas Sarkozy nantinya akan mampu memberikan kontribusi lebih besar.
Dukungan publik Perancis terhadap perang Afghanistan semakin tergerus. Serangkaian kematian prajurit Perancis di medan tempur Afghanistan semakin meningkatkan sikap antipati terhadap perang tersebut.
“Cukup penting untuk memelihara sejumlah perspektif,” kata Menteri Pertahanan AS Robert Gates kepada para wartawan ketika ditanya mengenai sikap Perancis.
“Tahun lalu, Perancis telah meningkatkan jumlah pasukannya di Afghanistan, dari sepertiga menjadi setengah, dan mereka juga memikul tanggung jawab baru.”
Dalam konferensi pers gabungan bersama Herve Morin, seorang pejabat tinggi Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa Washington sebenarnya berharap agar Perancis bersedia meningkatkan jumlah pelatih yang dikirimkan, lebih dari 80 orang.
“Ini bukan data statis, dan waktu terus berputar, nantinya orang-orang akan mampu melakukan evaluasi ulang dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” demikian kata sang pejabat yang menolak namanya diungkapkan kepada publik.
“Dilihat dari sudut manapun, Gates merasa tidak puas mendengar tawaran Perancis tersebut,” kata sang pejabat.
Perancis menjadi satu-satunya negara yang menjanjikan tambahan tenaga baru di sela-sela petemuan para menteri pertahanan NATO di Istanbul pekan lalu. Namun tawaran 80 orang tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan harapan Washington yang berkisar pada angka ratusan.
Dengan menerjunkan 3.750 orang pasukan, Perancis menjadi negara dengan jumlah pasukan terbesar keempat di Afghanistan, setelah AS, Inggris dan Jerman.
Sarkozy menepis kemungkinan pengiriman tambahan unit tempur ke Afghanistan, presiden Perancis tersebut hanya mengisyaratkan kemungkinan pengiriman tambahan pelatih.
Para pemimpin NATO mengatakan bahwa kehadiran tambahan pelatih amat diperlukan jika ingin mencapai target 300.000 orang personel pasukan keamanan Afghanistan pada tahun 2011.
Di bawah komando George W. Bush, Gates membujuk para sekutu Eropa AS di hadapan publik, Gates meminta negara-negara Eropa mengesampingkan sikap jengkel kepada pemerintahan AS dan meningkatkan kontribusi mereka di Afghanistan, yang waktu itu berjumlah 17.000 orang. Kini, negara-negara sekutu telah mengirimkan atau menjanjikan hampir 50.000 orang.
Gates mengatakan bahwa ketika sebelumnya menekan negara-negara sekutu di hadapan publik, dia dituding telah menggunakan diplomasi pengeras suara. “Jadi, kali ini saya memutuskan untuk diam,” kata Gates. “Biarkan hasil akhir yang berbicara.” (dn/lt/wb) www.suaramedia.com
