RIYADH (Suara Media News) – Organisasi Konferensi Islam (OKI) dengan keras mengutuk penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh ratusas polisi Zionis Israel dan memperingatkan mengenai konsekuensi berbahaya atas tindakan tersebut.
”Pelanggaran semacam itu, yang terjadi beberapa hari setelah keputusan oleh Pemerintah Zionis Israel untuk secara tidak sah
Setiap kerusakan atas Masjid Al Aqsa dan tempat suci lain akan menghasilkan konsekuensi serius dengan bahaya yang tak dapat diramalkan terhadap keamanan dan perdamaian dunia.
memasukkan Masjid Al Ibrahimi dan Masjid Bilal bin Rabag (Makam Rachel) ke dalam daftar tempat warisan Israel adalah perkembangan berbahaya dalam rancangan Israel guna mencaplok tempat suci Islam,” kata Sekretaris Jenderal Badan Pan-Islam tersebut Ekemeleddina Ihsanoglu di dalam satu pernyataan.
Polisi Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa untuk menangkap orang Palestina yang mereka katakan melemparkan batu ke pengunjung di sana.
Belasan personel polisi antihuru-hara dikerahkan ke jalan sempit di Kota Tua, sementara pengumuman disiarkan melalui pengeras suara dan menara masjid untuk menyeru umat Muslim ”meyelamatkan Jerusalem”, kata seorang koresponden asing.
Seorang pejabat Komite Tertinggi Islam Jerusalem mengatakan, warga Palestina melemparkan batu ke arah orang yang mereka katakan sebagai anggota kelompok ekstrem Yahudi yang bermaksud berdoa di lokasi itu dan merusak status quo.
Beberapa orang Palestina cedera dalam bentrokan dengan tentara Israel yang menyerbu kompleks itu dan seorang prajurit Israel mengalami luka ringan.
Ihsanoglu mengecam apa yang dia katakan berlanjutnya pelanggaran Israel atas hukum internasional yang melindungi tempat ibadah dan orang yang beribadah di dalamnya.
”Setiap kerusakan atas Masjid Al Aqsa dan tempat suci lain akan menghasilkan konsekuensi serius dengan bahaya yang tak dapat diramalkan terhadap keamanan dan perdamaian dunia,” ujarnya memperingatkan.
Dia juga menyeru masyarakat internasional, Dewan Keamanan PBB, dan Kuartet Internasional agar membuat Israel menghentikan pelanggaran provokatif semacam itu, yang dilakukan negara Yahudi tersebut di Jerusalem dan Masjid Al Aqsa, tempat suci ketiga umat Muslim.
Menurut Polisi Israel meningkatkan keamanan sebanyak dua kali lipat di sekitar Masjid Al Aqsa di Yerusalem, setelah sebelumnya kerusuhan pecah di wilayah tersebut.
“Kami telah menurunkan pasukan tambahan di sekitar kota tua Yerusalam. Polisi hanya akan memberi akses menuju Al Aqsa bagi pria dan perempuan muslim yang berusia di atas 50 tahun,” ucap juru bicara polisi Yerusalem Shmulik Ben Rubi, seperti dikutip AFP, Senin (1/3/2010).
Ben Rubi juga menambahkan, jika kompleks masjid tersebut akan dibuka untuk wisatawan seperti di hari biasa.
Sebelumnya pada hari Minggu 28 Februari, kompleks masjid tersebut dilanda kerusuhan antara warga muslim yang menolak pencaplokan Masjid Al Aqsa oleh pihak Israel. Mereka melempar batu ke arah sekelompok pengunjung masjid yang mereka percaya sebagai kelompok esktrimis Yahudi.
Polisi terpaksa melapaskan tembakan gas air mata ke arah pelaku pelemparan batu di dekat tembok tua yang berusia 400 tahun di kota tua Yerusalem. Dalam insiden ini, polisi menangkap sekitar tujuh orang, dua diantaranya menderita luka-luka.
Kompleks masjid Al Aqsa merupakan situs yang dianggap suci oleh Yahudi. Tempat ini juga dianggap tempat suci ketiga bagi umat muslim setelah Mekkah dan Madinah. Wilayah ini pula seringkali menjadi sumber kekerasan yang terjadi antara Israel dan Palestina.
Kini dengan klaim yang dilakukan oleh Israel atas masjid tersebut makin membuat ketegangan antara umat Muslim dan Yahudi di Timur Tengah terus meruncing. Israel sendiri bermaksud untuk mencaplok wilayah tersebut sebagai warisan nasional mereka.
Langkah ini menuai kecaman dari pihak Palestina dan Amerika Serikat mengkritik langkah Israel tersebut sebagai sebuah bentuk provokasi. (afp/sm) www.suaramedia.com
{ 0 comments }
