Posts tagged as:

Ali





ABU DHABI (SuaraMedia News) – Salah satu penerbit permainan video terbesar di dunia memilih untuk menunda judul terbarunya dari kawasan Timur Tengah untuk menghindari menyinggung penduduk lokal, terutama kaum Muslim.

Keputusan Electronic Arts (EA) minggu ini untuk membatalkan penjualan Dante’s Inferno di Timur Tengah menyusul serentetan pencekalan dari badan sensor pemerintah kawasan baru-baru ini yang menarget rilisan-rilisan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai relijius dan budaya negara tersebut.



Permainan kontroversial yang terinspirasi oleh Komedi Ketuhanan Dante Alighieri itu menampilkan pertempuran para iblis atas sebuah jiwa melalui sembilan “lingkaran neraka”. Permainan ini dirilis minggu lalu di Eropa dan hari Selasa lalu di AS.



Kemarin perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa keputusan untuk tidak menjual Dante’s Inferno di Timur Tengah adalah didasarkan pada riset pasar terhadap selera konsumen setempat.



Bagaimanapun, langkah EA tersebut menimbulkan momok bagi penerbit lain untuk juga menghindari rilis permainan video di kawasan ini, terlepas dari estimasi bahwa industri permainan di Timur Tengah melebihi satu miliar dolar AS, terdiri atas sebagian besar generasi muda di Emirat.






Distributor permainan setempat ingin tahu apakah perusahaan lain akan mengikuti jejak EA, melarang sendiri permainan mereka daripada mengambil risiko judul produksi mereka dicekal oleh sensor pemerintah.



“Ini belum pernah terjadi. Ini adalah yang pertama kalinya,” ujar Rabeeh Zakaria, manajer unit untuk distributor permainan Pluto di Dubai, merujuk pada keputusan EA untuk menyensor permainannya sendiri.



“Saya pikir pihak penerbit memutuskan untuk menghindari kerumitan. Melempar permainan ke pasar dan kemudian harus menariknya membutuhkan usaha, karena itu mereka hanya menghemat tenaga dan uang.”



Bahkan jika permainan itu dirilis, ujarnya, “skenarionya akan tetap sama. Temanya tidak pantas dan permainan itu akan tetap dicekal.”



Distributor Dante’s Inferno di Uni Emirat Arab, Red Entertainment, mengatakan perusahaannya mengingatkan EA mengenai keterlambatan pengembangan permainan itu bahwa kontennya mungkin akan mendatangkan pencekalan.



“Kami menemukan bahwa beberapa konten dalam permainan ini sebelum dirilis akan menyinggung kaum Muslim,” ujar Nitin Mathew, manajer pemasaran untuk Red Entertainment.



“Kebijakan kami adalah jika ini akan menyinggung orang-orang di kawasan, kami akan mempertimbangkan dengan serius untuk tidak merilisnya di sini. Kami telah memperingatkan EA.”



Kishan Palija, direktur pengelolaan jaringan toko Geekay Games di Dubai, mengatakan bahwa para penerbit mungkin sebenarnya sedang menolong diri sendiri dengan memilih untuk tidak merilis judul berisiko itu di kawasan-kawasan tertentu.



“Mereka juga harus memelihara citra perusahaan, karena mereka tidak ingin terlihat buruk di depan Dewan Media Nasional,” ujar Palija.



Meskipun ia lebih suka jika tidak ada permainan video yang dicekal, ia memuji langkah EA untuk tidak merilis Dante’s Inferno di kawasan tersebut demi kepentingan komersial dan persaingan.



“Itu adalah keputusan yang berani,” ujarnya.



“Jika permainan itu datang namun dicekal oleh Dewan Media Nasional, Anda mungkin masih dapat menemukannya di toko-toko bebas cukai dan penjualan masih akan terjadi. Dengan begini, tidak akan ada yang dapat menjualnya, namun saya tidak senang karena jika dicekal saya akan kehilangan usaha.”



Palija menambahkan bahwa para pelanggan telah beberapa hari menanyakan Dante’s Inferno.



“Orang-orang mencari permainan itu. Saya terus mendapat pertanyaan dari toko-toko mengenai kemungkinannya dirilis,” ujar Palija. “Permainan itu cukup populer dan akan memperoleh penjualan yang cukup baik jika dirilis, namun tidak ada peluang baginya untuk lolos sensor.”



Abbas Ali, penggemar permainan video dari Emirat yang mengelola situs teknologi konsumen Tbreak.com, sependapat bahwa itu merupakan langkah cerdas bagi EA untuk tidak menjualnya di kawasan tersebut.



“Saya melihat permainan itu delapan bulan lalu di sebuah even EA di London dan segera tahu bahwa permainan ini tidak akan bisa masuk ke Timur Tengah,” ujar Ali, 37.



Ia ragu bahwa hal ini akan banyak berdampak pada industri, namun, mengatakan bahwa “impor abu-abu untuk setiap permainan video yang telah dicekal tersedia di pasaran.”



 



Impor abu-abu adalah kopian sah dari permainan video yang diimpor secara ilegal.



Zakaria, bersama dengan perusahaan distribusi Pluto, mengatakan bahwa perusahaannya juga bertanggung jawab untuk THQ’s Darksiders, yang impornya dibatalkan bulan lalu setelah Dewan Media Nasional mempelajari kontennya.



Judul terkenal God of War yang dirilis Sony tahun 2005 juga dicekal di Uni Emirat Arab karena kontennya yang menyinggung. Namun, permainan itu dan sekuelnya, God of War II, dijual di jalan-jalan. Diyakini secara luas bahwa God of War III mendatang juga akan dicekal di negara tersebut.



Juru bicara Sony Gulf mengatakan bahwa Sony Computer Entertainment Europe tidak menunda peluncuran sebuah judul, “Namun tentu kami akan mematuhi keputusan Dewan Media Nasional untuk tidak merilis sebuah judul di Emirat.” (rin/tn) www.suaramedia.com


{ 0 comments }





WASHINGTON (SuaraMedia News) – Ada peningkatan besar dalam upaya-upaya untuk mendanai perang AS di Irak maupun Afghanistan, dan seiring peningkatan tersebut, jumlah kontraktor militer yang dioperasikan juga tumbuh subur, meski reputasi para kontraktor tersebut justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Anggota Kongres Jan Schakowsky mengatakan kepada kantor berita Russian Today bahwa setidaknya jumlah kontraktor yang ditempatkan di Irak dan Afghanistan sama banyaknya dengan jumlah pasukan militer.



“Jadi ketika Presiden Obama meminta penambahan 30.000 orang pasukan di Afghanistan, sebenarnya kita juga membicarakan mengenai kontraktor keamanan, setidaknya dalam jumlah yang setara. Hal itu membuat misi menjadi lebih besar. Kami bahkan tidak menghitung mereka ketika terbunuh,” kata Schakowsky.



Jan Schakowsky juga menambahkan bahwa para kontraktor swasta di Irak bisa terbebas dari kejahatan pembunuhan.



“Kita sudah melihat pasukan keamanan swasta – atau tentara bayaran – ini sebenarnya berada dalam situasi yang telah membahayakan misi AS, membahayakan pasukan AS dan menghabisi warga sipil,” katanya.






“Sejauh ini, kasus-kasus tersebut selalu digugurkan. Untungnya, Departemen Kehakiman telah memutuskan untuk melakukan banding dalam kasus-kasus tersebut dan terus melangkah maju, namun mereka tengah berada dalam situasi sulit.”



Jan Schakowsky yakin bahwa keadan menjadi mengkhawatirkan karena perusahaan kontraktor seperti Blackwater – yang kini telah mengganti namanya menjadi Xe Services – bahkan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk melancarkan perang jika dibandingkan dengan pasukan Amerika Serikat sekalipun.



“Percaya atau tidak, Blackwater mempergunakan helikopter-helikopter jenis tertentu yang bahkan tidak dimiliki oleh pemerintah AS. Perusahaan-perusahaan (swasta) ini bahkan memiliki kemampuan yang juga tidak dimiliki oleh pemerintah AS. Saya rasa, hal ini menjadi sebuah tren yang amat berbahaya,” pungkasnya.



Berbagai skandal yang melibatkan Blackwater terus bermunculan hampir setiap hari, oleh karena itu Jane Schakowsky dari Komite Intelijen Dewan AS beberapa waktu yang lalu menyiapkan undang-undang yang bertujuan untuk mengakhiri hubungan pemerintah AS dengan Blackwater dan perusahaan kontraktor keamanan bersenjata lainnya.



“Pada tahun 2009, pemerintah AS mempekerjakan lebih dari 20.000 orang personel kontraktor keamanan di Irak dan Afghanistan, dan ada indikasi bahwa angka tersebut akan terus mengalami peningkatan dalam tahun 2010,” tulis Schakowsky dalam sebuah surat “Dear Colleage” yang bertujuan untuk meminta dukungan terhadap undang-undang Stop Outsourcing Security (SOS).



“Para pria dan wanita ini bukanlah bagian dari militer atau pemerintahan AS. Mereka tidak mengenakan seragam AS. Tindak tanduk mereka, dalam sejumlah kesempatan, telah merusak kredibilitas dan keamanan militer kita, serta merusak hubungan kita dengan pemerintah negara lain.”



Schakowsky pertama kali mengajukan rancangan undang-undang tersebut pada tahun 2007 lalu, namun ia hanya mampu mendapatkan dukungan dari dua orang sponsor dalam Senat, yaitu Vermont Bernie Sanders dan Hillary Cliton. Ironisnya, Clinton – yang kini menduduki jabatan Menteri Luar Negeri AS – merupakan pejabat yang paling bertanggung jawab atas sebagian besar kontrak yang diberikan kepada Blackwater.



“Undang-undang ini akan melarang penggunaan kontraktor swasta dalam bidang militer, keamanan, penegakan hukum, intelijen, dan fungsi-fungsi pengamanan militer, kecuali jika presiden memberikan alasan yang kuat kepada Kongres mengapa fungsi-fungsi tersebut tidak dapat dijalankan oleh militer.”



“Undang-undang itu juga akan meningkatkan transparansi terhadap kontrak keamanan yang masih berlaku dengan cara meningkatkan perlengkapan yang dilaporkan dan memberikan akses kepada Kongres AS mengenai detail kontrak dalam jumlah besar.”



Beberapa waktu lalu, Irak mengkritik keputusan seorang hakim AS yang  menggugurkan tuntutan hukum terhadap para pengawal dari perusahaan keamanan AS, Blackwater, yang kini telah mengganti nama menjadi Xe Services, mengenai pembantaian terhadap 17 orang warga Irak pada tahun 2007 lalu.



Juru bicara pemerintahan Irak, Ali al-Dabbagh, mengatakan bahwa dalam sebuah proses investigasi Irak, ditemukan bahwa para pengawal tersebut telah melakukan sebuah kejahatan serius, dan pemerintah Irak berupaya untuk memproses mereka, sesuai dengan hukum yang berlaku. (dn/rt/rr) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Melepas Kelana “Sang Pendekar Mabuk”

by konspirasi on December 31, 2009

Dalam waktu yang berdekatan kita kehilangan tokoh-tokoh besar, antara lain Nurcholis Madjid, kemudian WS Rendra dan yang terbaru Gus Dur.

Tidak sedikit di antara kita yang memiliki pandangan negatif terhadap Gus Dur karena sikap dan pernyataan-pernyataannya seputar isu-isu Palestina, terorisme dan lainnya. Pandangan-pandangan Gus Dur yang kerap dilontarkan secara sporadis, spontan dan emosional sering menimbulkan kontroversi dan kesalaphaman serta multi tafsir. Sehingga tidak jarang, memerlukan klarfikasi, meski hal itu sulit didapatkan.

Dalam bidang politik nasional, sudah bukan rahasia lagi, pernyataan-pernyataannya yang pedas dan kadang terkesan serampangan, menimbulkan kegerahan bagi lawan juga kawan. Gus Dur bagai “pendekar mabuk” yang melancarkan jurus-jurus yang tidak bisa diprediksi oleh siapapun, bahkan orang-orang terdekatnya. Karena itu, beberapa episode perpecahan dan mufaraqah sempat mewarnai kiprah politiknya, mulai dari Matori Abduljalil lalu Alwi Shihab hingga Muhaimin Iskandar. Meski diketahui bersebarangan dengan para petinggi NU, karena sikapnya yang tidak bisa “diatur”, Gus Dur, sebagai pemilik trah darah biru pendiri ormas Islam terbesar itu, masih dihormati dan dimaafkan atas semua pernyatannya. Kasus-kasus terkait dengan dugaan korupsi sempat menghinggapi namanya, tapi semua lenyap begitu saja. Boleh jadi, itu salah satu kelebihan dan kebesaran nama dan pengaruhnya.

Masa kepresidennya juga bisa dianggap sebagai masa paling kacau sejak lengsernya dinasti Orba. Tiada hari tanpa kontroversi dan kehebohan yang berujung pada pelengserannya dengan segala carut marut dan kelucuannya, termasuk keluarnya dektrit yang gagal meletus di penghujung kekuasaannya. Gus Dur dijungkalkan karena dianggap tidak akomodasionis, otoriter dan tidak cakap menjalankan peran eksekutif.

Di luar semua itu, ada beberapa poin positif dalam diri Gus Dur, antara lain kegigihan dan konsistensinya membela hak kaum minoritas etnis dan agama. Libur nasional Imlek adalah buah perjuangannya, yang secara tidak langsung bisa menghapus citra negatif Indonesia yang sebelumya tercoreng oleh kasus kerusuhan Mei yang diduga sangat merugikan etnis Cina di Indoensia, dan Jakarta utamanya.

Pembelaan Gus Dur terhadap kelompok-kelompok agama minoritas kadang malah menimbulkan kemirisan dan mengudang kecaman dari kalangan Islam, terutama yang tidak memiliki kesamaan teologis dengan NU yang notanene beraliran Sunni-Syafii. Gus Dur tanpa beban menghadiri misa dan acara-acara ritual Kristen. Sebagai orang yang sangat pandai dan terbuka, ia diyakini oleh sebagian kalangan mempunyai landasan teologis rasional di balik sikapnya itu.

Sikapnya terhadap minoritas Islam pun demikian.Penyataan monumentalnya “NU adalah Syiah kultural” (1) telah menjadi semacam perisai yang telah menyelamatkan banyak nyawa dan kehormatan para warga negara yang menjadikan Ahlulbait sebagai gerbang keyakinannya. Tentu, tidak semua kasus pelecehan dan penganiyaan terhadap penganut Syiah bisa diantisipasi dan digagalkan dengan pernyataan itu, namun setidaknya, itu mesti diakui memiliki pengaruh yang cukup. Dan karena itu, kita patut berterimakasih dan mengucapkan “Selamat jalan”. Semoga dosa-dosanya diampuni oleh Allah dan kebaikan-kebaikannya dibalas dengan ridha dan pahalaNya, amin.

Semoga NU dan para Muslim penganut mazhab Imam Syafii yang memilki kesamaan kultural dan teologis dengan mazhab Syiah dapat terus menjalin hubungan kian erat demi mengukuhkan Islam yang santun di bumi Indonesia tercinta.

Dalam rangka mengenang jasanya, Islamic Cultural Center bekerjasama dengan Keduataan Besar Iran akan menyelenggarakan Tahlil di Aula ICC malam ini (Kamis pukul 19.00) di Buncit raya kav. 35 Pejaten Barat- Jaksel.

(1)Dalam berbagai kesempatan, Gus Dur selalu mengatakan bahwa secara kultural, NU ada kesamaan dengan Syi’ah. Tradisi pemujaan wali, kepercayaan pada keramat, ziarah kubur, penghormatan kepada ahlul bait (keluarga Nabi: Ali, Fatimah, Hasan, Husen), adalah sebagian tradisi yang berkembang kuat di kalangan Syi’ah. Pernyataan Gus Dur ini, oleh Kiai Hamid dan kiai-kiai yang sepaham, dianggap sebagai perasaan simpati pada Syi’ah.http://www.tempointeraktif.com/share/?act=TmV3cw==&type=UHJpbnQ=&media=bmV3cw==&y=JEdMT0JBTFNbeV0=&m=JEdMT0JBTFNbbV0=&d=JEdMT0JBTFNbZF0=&id=NzEzMw==

{ 0 comments }

Para Ksatria Karbala

by konspirasi on December 29, 2009

Image

Tragedi Karbala adalah pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, antara kemanusiaan dan kebinatangan, antara kemuliaan dan kehinaan, antara kebebasan dan keterbelengguan.

{ 0 comments }

Mengapa Asyura Begitu Sakral?

by konspirasi on December 29, 2009

Image

Mengapa Imam Husain as. bangkit? motif apa saja yang mendorong kebangkitannya? Ada tiga penjelasan mengenai hal ini

{ 0 comments }

</