Posts tagged as:

California





WASHINGTON (SuaraMedia News) – Pria pelaku penembakan terhadap dua orang polisi di Pentagon tampaknya melakukan tindakan tersebut karena yakin bahwa pemerintah AS sendiri yang menjadi dalang serangan 11 September.

Menurut keterangan Polisi, John Patrick Bedell, nama sang pelaku, beraksi sendirian dan tidak memiliki hubungan dengan organisasi “teroris”.



Dalam hasil investigasi terbaru, ditunjukkan bahwa Bedell yakin peristiwa ambruknya menara kembar World Trade Center di New York merupakan konspirasi pemerintah AS.



Dalam sebuah tulisan tertanggal 25 November 2006 berjudul “Directions to Freedom, Part Two” (arah menuju kebebasan, bagian dua), Bedell mengatakan bahwa konspirasi kejahatan internasional pemerintah Amerika Serikat adalah sebuah realita yang terjadi sejak lama.



Bedell mengkritik dinas intelijen dan militer AS, yang menurutnya merupakan alat-alat rezim tidak sah.






“Organisasi (pemerintah) ini, seperti sekian banyak pemerintaha pembunuh lainnya dalam sejarah, akan bersedia mengorbankan ribuan nyawa penduduknya, dalam peristiwa seperti serangan 11 September, sebagai tumbal untuk melanggengkan kekuasaan barbarnya,” tulis Bedell.



Dalam posting dengan nama pengguna JPatrickBedell, ia menginginkan keadilan terhadap kasus kematian Kolonel Marinir James Sabow di Orange County pada tahun 1991 lalu, yang dinyatakan sebagai peristiwa bunuh diri namun diyakini merupakan upaya menutupi fakta. Bedell menuliskan bahwa kasus tersebut akan menjadi langkah maju dalam menguak kebenaran di balik 9/11.



Ada pula posting serupa yang mengkritik undang-undang marijuana pemerintah AS dengan menyertakan link terhadap kasus pengadilan di Orange County atas tuduhan mengolah marijuana dan melawan petugas kepolisian.



Dalam catatan pengadilan yang tersedia secara online menunjukkan bahwa tanggal lahir dalam kasus yang disebutkan oleh JPatrickBedell sesuai dengan John Patrick Bedell yang melakukan penembakan Pentagon.



Bedell, 36, menghembuskan nafas terakhir pada hari Kamis malam karena luka-luka yang diderita setelah terlibat baku tembak dengan polisi penjaga Pentagon pada pagi harinya.



Dalam rekam medisnya, Bedell tercatat memiliki sejarah gangguan jiwa dan menunjukkan perilaku aneh, hal  itu membuat orang tua Bedell beberapa pekan lalu memberitahu aparat di Hollister, California, dan memperingatkan bahwa putra mereka ada dalam kondisi tidak stabil serta mungkin memiliki senjata, demikian kata pihak berwajib pada hari Jumat.



Dua orang polisi yang terlibat baku tembak dengan Bedell langsung dilarikan ke rumah sakit dan hanya menderita cedera ringan.



Curtis Hill, Sherif wilayah San Benito mengatakan bahwa Bedell pernah masuk rumah sakit jiwa setidaknya empat kali. Catatan persidangan menunjukkan bahwa Bedell didiagnosis mengidap bipolar disorder (gangguan suasana hati yang mirip namun berbeda dengan kepribadian ganda).



Orang tua Bedell melaporkan hilangnya putra mereka pada tanggal 4 Januari, satu hari setelah petugas patroli jalan raya Texas menghentikan Bedell karena kedapatan mengebut di Amarillo, demikian disebutkan dalam catatan orang hilang. Kepada petugas PJR tersebut, Bedell mengaku hendak menuju East Coast. Sang petugas menggunakan telepon Bedell untuk menelepon sang ibu, Kaye Bedell, karena pria tersebut terlihat kacau.



Kaye Bedell mengatakan bahwa putranya baik-baik saja, sang petugas kemudian melepaskan Bedell dan hanya memberikan peringatan. Namun keesokan harinya ia mengatakan kepada aparat California bahwa putranya tidak punya tujuan ke East Coast karena tidak memiliki kerabat atau sanak saudara di daerah tersebut, ia juga mengatakan bahwa dia dan suaminya mengkhawatirkan kondisi mental putra mereka, kata Hill.



Bedell pulang ke rumah pada tanggal 18 Januari. Ia meminta orang tuanya untuk “tidak banyak tanya” mengenai kemana dia pergi sebelumnya. Namun, ia kembali pergi setelah itu, dan kedua orang tuanya tidak tahu kemana tujuan Bedell. (dn/pv/lt/np) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

“Bualan” Perwakilan Negara Nazi Baru Panaskan AS

by konspirasi on February 15, 2010





WASHINGTON (SuaraMedia News) – Dalam upaya untuk mencuci bersih kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, termasuk operasi militer kejam yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, duta besar Israel untuk AS, Michael Oren, mencemooh kesusilaan manusia, kebebasan berbicara dan kebenaran yang obyektif.

Dalam sebuah ceramah di Universitas California-Irvine pada hari Senin (08/02), Oren berusaha menampakkan wajah buruk Israel sebagai negara demokratis dan beradab yang berbagi nilai-nilai dasar Barat seperti hak asasi manusia dan kebebasan sipil.



Namun, banyak mahasiswa yang tidak tahan mendengar kebohongan nyata tersebut.



Mereka  mencelanya, meneriakinya “pembunuh” dan “berapa banyak orang Palestina yang kau bunuh.”



Beberapa petinggi pro-Zionis UC-Irvine kehilangan kesabaran ketika upaya untuk menjelaskan kebijakan pemerintah Israel itu berubah menjadi hal yang sangat memalukan.






Sebelumnya, Persatuan Mahasiswa Muslim di UC-Irvine mengutuk kehadiran duta besar negara apartheid itu ke kampus.



“Oren sendiri berpartisipasi di dalam Pasukan Pertahanan Israel dalam perang yang terjadi di Libanon dan Palestina. Oren dan rekan-rekannya hanya dapat diberi ijin bicara dalam Pengadilan Kriminal Internasional.”



Marah atas teriakan-teriakan para mahasiswa terhadap kejahatan Israel di Gaza, Palestina, dan Libanon, Zionis meminta maaf telah menuduh mahasiswa Muslim kampus UC-Irvine mengutuk Israel.



Sesungguhnya, bukan para mahasiswa itu yang mencela Israel, namun Israel yang telah mencela dirinya sendiri dengan bertindak dan bersikap seperti seorang penjahat, negara pembunuh yang membunuh ratusan anak-anak dan kemudian mengklaimnya sebagai kesalahan.



Dapat dikatakan bahwa Oren diinterupsi bukan karena dia orang Yahudi, tapi lebih karena ia merupakan perwakilan sebuah negara penjahat.



Jika cukup banyak orang yang mengkonfrontir dan mengganggu perwakilan Israel kapan pun mereka menginjakkan kaki di ibukota-ibukota dunia dan di kampus-kampus, mungkin banyak nyawa anak-anak, wanita, dan warga sipil lainnya yang dapat diselamatkan.



Beberapa supremasis Zionis akan meminta kebebasan berbicara seolah membela pembunuhan massal dan genosida dilindungi oleh Amandemen Pertama Amerika. Isunya bukanlah kebebasan berbicara, melainkan membela dan membenarkan genosida.



Terlebih lagi, jika Zionisme dan perwakilan jahatnya memiliki hak untuk kebebasan berbicara, maka Nazisme dan perwakilannya harus mendapatkan hak yang serupa. Apalagi, Zionisme dan Nazisme bagai pinang dibelah dua. Mereka adalah dua sisi dari koin yang sama.



Selain itu, sejak kapan rezim Yahudi-Nazi di tanah pendudukan Palestina menghormati kebebasan berbicara atau kebebasan lainnya yang terkait dengan non-Yahudi? Bukankah Israel mengebom dan menghancurkan stasiun radio Palestina di Ramallah pada awal intifada Aqsa? Bukankah angkatan udara Israel mengebom dan menghancurkan studio dan transmiter  TV Aqsa dalam serangan militer tahun lalu?



Lebih dari dua dekade lalu, Israel bertindak terlalu jauh dengan memadamkan listrik di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk mencegah rakyat Palestina menonton siaran pidato pemimpin mereka, Yasser Arafat, di Jenewa. Karena itu, Israel mungkin adalah negara terakhir di muka bumi yang dapat mengklaim bahwa mereka benar-benar peduli tentang kebebasan berbicara dan kebebasan sipil lainnya. (rin/pic) www.suaramedia.com


{ 0 comments }







DETROIT (SuaraMedia News) – Beberapa orang penumpang Muslim dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan dari kru maskapai penerbangan. Hal tersebut menyebabkan penerbangan ditunda, kepolisian menangkap keempat pria tersebut.

Pada saat penerbangan Northwest Airlines 243 dari Amsterdam menuju Detroit – rute yang persis sama dengan pesawat yang dinaiki oleh pemuda Nigeria yang dituding berusaha meledakkan pesawat pada hari Natal lalu – mulai mendarat di Detroit, empat orang penumpang Muslim dianggap telah melakukan “tindakan mengkhawatirkan” yang membuat resah para penumpang lain.



Disebutkan bahwa ada salah satu pria yang menarik selimut di atas kepalanya ketika pesawat mendarat pada pukul 1.05 siang waktu setempat. Hal tersebut menarik perhatian polisi.



Dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada ABC News, Otoritas Keamanan Transportasi mengatakan bahwa pihaknya diberitahu mengenai keberadaan “penumpang mencurigakan” dalam penerbangan tersebut. Pihak berwenang, termasuk agen-agen dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Federal Air Marshal, dan FBI, mengawasi pesawat tersebut dan menahannya di gate bandara selama 15 menit.






Para petugas bea cukai menginterogasi keempat penumpang Muslim tersebut kemudian melepaskan mereka. Para penumpang lain mengidentifikasi keempat pria tersebut sebagai pria keturunan Timur Tengah berusia rata-rata 20 tahun.



Tidak ada penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan kejadian tersebut. Aparat penegak hukum tidak memberikan informasi mengenai penumpang tersebut atau tindakan yang mereka lakukan sehingga harus diinterogasi.



Juru bicara Delta, Susan Elliott, mengatakan: “Empat orang penumpang tersebut tidak mematuhi instruksi awak pesawat. Karena curiga, awak pesawat meminta pihak berwajib untuk memeriksa pesawat pada saat mendarat.” Northwest Airlines adalah anak perusahaan dari Delta.



“Jika “ancaman” tersebut serius, maka pihak berwenang tidak akan memperbolehkan pesawat tersebut untuk memasuki terminal bandara.”



Kejadian tersebut merupakan peristiwa kepanikan terbaru di pesawat yang sampai melibatkan aparat kepolisian, namun pada akhirnya “ancaman” yang dikhawatirkan tidak pernah terjadi.



Pekan lalu, petugas keamanan udara Oregon mengirimkan dua buah jet tempur F-15 setelah ada seorang penumpang Hawaiian Airlines yang menuju Maui menolak melepaskan tas tangannya dan dianggap “mencurigakan”.



Keoni Wagner, wakil presiden humas maskapai tersebut, menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah insiden “tingkat rendah” yan melibatkan seorang penumpang yang mengganggu. Aparat bandara mengatakan bahwa pesawat tersebut mengisi bahan bakar dan kembali terbang menuju Hawaii. Ada 231 orang penumpang di atas pesawat tersebut.



Seorang penumpang, pria 56 tahun dari Salem, Oregon, akhirnya dilepaskan tanpa tuduhan setelah diinterogasi FBI.



Satu hari setelah Natal, keresahan melanda penerbangan dari Amsterdam menuju Detroit. Hal tersebut terjadi setelah seorang penumpang, yang keracunan makanan, berada terlalu lama di dalam toilet pesawat.



Pekan lalu, bandara Bakersfield, California, ditutup selama beberapa jam setelah sebuah tas menyebabkan alarm keamanan menyala. Awalnya, sebuah cairan “mencurigakan” dinyatakan positif sebagai bahan peledak, namun belakangan diketahui bahwa cairan “mencurigakan” tersebut hanya madu. (dn/ab) www.suaramedia.com




{ 0 comments }

Berguru Di Irak, "Terminator" Bawa Perang Ke California

by konspirasi on November 17, 2009

Gubernur California, Arnold Schwarzenegger, berbicara dengan para anggota militer AS di Camp Vicory di Baghdad. Selain bertemu para prajurit AS, ia juga berkeinginan untuk menyerap taktik kemiliteran dan menerapkannya di California.

Gubernur California, Arnold Schwarzenegger, berbicara dengan para anggota militer AS di Camp Vicory di Baghdad. Selain bertemu para prajurit AS, ia juga berkeinginan untuk menyerap taktik kemiliteran dan menerapkannya di California. (SuaraMedia News) BAGHDAD (SuaraMedia News) – Para pasukan AS yang tengah berada di tengah-tengah medan tempur Irak kedatangan seorang tamu istimewa. Tamu tersebut adalah pesohor yang kini menjabat sebagai Gubernur California, Arnold Schwarzenegger.

Meski Schwarzenegger sering terlihat menenteng senjata dalam perannya di film-film Hollywood, namun ia tidak datang jauh-jauh ke Irak untuk turut berperang. 

Schwarzenegger, yang terkenal dengan perannya sebagai robot “Terminator” dalam film, tiba di markas militer AS di Irak pada hari Senin (16/11). Schwarzenegger menyampaikan ucapan terima kasih atas segala pengorbanan yang telah dilakukan oleh para prajurit dan keluarga mereka.

Schwarzenegger memasuki ruang makan di Camp Victory yang terletak di pinggiran kota Baghdad, ia mendapatkan sambutan meriah dari para prajurit yang berkerumun menjejali ruangan tersebut.


Gubernur California tersebut memberikan ucapan selamat kepada para prajurit AS atas pekerjaan yang telah mereka lakukan. Seperti layaknya acara yang dihadiri orang terkenal, sejurus kemudian, acara tersebut berubah menjadi ajang bersalaman dan foto bersama.

Mantan penyandang gelar Mr. Universe tersebut juga membahas pentingnya menjaga kebugaran badan. Ia mengingatkan para prajurit AS, “Kalian harus terus berolahraga setiap hari.”

Schwarzenegger melakukan olahraga bersama dengan sejumlah tentara AS pada hari Selasa setelah memberikan makan siang kepada para prajurit, demikian disampaikan oleh juru bicara Schwarzenegger, Aaron McLear.arnold_1

Di Baghdad, ia juga mengucapkan kalimat khasnya yang sering terdengar dalam film terminator, “I’ll be back” (aku akan kembali). Ucapan tersebut dilontarkan setelah berolahraga bersama dengan sekelompok prajurit AS yang bertugas aktif di Irak.

McLear mengatakan bahwa mengatakan bahwa sang gubernur juga berkeinginan untuk bertemu dengan para pejabat pemerintahan Irak. Pada hari Senin, Schwarzenegger makan malam dengan sejumlah jenderal, termasuk Jenderal Raymond Odierno, komandan tertinggi AS di Irak, setelah membagikan cerutu kepada para prajurit.

Kedatangan Schwarzenegger ke lokasi perang paling berdarah AS tersebut bukan hanya untuk menghibur para prajurit, namun juga karena ada pelajaran penting yang ingin dia petik di sana.

Schwarzenegger mengatakan bahwa dirinya ingin mempelajari strategi perang yang dikembangkan oleh militer AS dan membawa pulang bekal terebut unarnold_2tuk diterapkan di jalanan California, dimana ada banyak geng kriminal yang membuat onar, khususnya di kota-kota besar.

Ada sejumlah kesamaan antara Irak dan California. Banyak anggota geng dan para pendukungnya menganggap para polisi seperti layaknya “pasukan penjajah”, seperti halnya kehadiran militer asing di Irak. Seperti di Baghdad, kendala bahasa juga menjadi masalah. Para polisi berbahasa Inggris, sementara warga setempat seringkali menggunakan bahasa Spanyol, hal tersebut membuat kerjasama dalam investigasi kriminal menjadi sulit dilakukan.

Schwrzenegger memang akrab dengan kehidupan sebagai prajurit, ia pernah menghabiskan satu tahun masa tugas sebagai tentara Austria, dimana ia juga mengemudikan tank. Schwarzenegger juga sempat “menghilang” untuk sementara waktu demi mengikuti kompetisi binaraga. Akibatnya, ia dijebloskan ke penjara militer selama satu minggu.

McLear mengatakan bahwa Schwarzenegger memang telah menyimpan keinginan untuk pergi ke Irak, namun ia belum sempat melakukannya karena arnold_3banyaknya isu-isu penting di negara bagian yang dipimpinnya, California, termasuk defisit anggaran senilai bermiliar-miliar dollar.

The California Protocol Foundation, sebuah kelompok yang dikepalai oleh sejumlah pejabat tinggi California, menggalang dana untuk biaya kunjungan sang gubernur ke luar negeri, kata McLear.

Schwarzenegger juga berencana untuk mengunjungi makam kedua orangtuanya di kota kelahirannya, Graz, Austria. Ia kemudian akan pergi ke Italia untuk menghadiri sebuah forum kebijakan di kota Milan pada hari Rabu.

Dalam World Regions Forum, gubernur California tersebut akan membahas peranan yang dapat dimainkan oleh pemerintahan daerah dan negara bagian dalam mempengaruhi kebijakan global meliputi segala bidang, mulai dari lingkungan hingga isu ekonomi. (dn/ap/to) www.suaramedia.com

{ 0 comments }

</