List/Grid

Tag Archives: Detroit

Anatomi Pola Rekrutmen dan Serangan Teror

Anatomi Pola Rekrutmen dan Serangan Teror

Jakarta – Dua tahun sebelum membom London pada 2005, Mohammed Siddique Khan, belia dari generasi ketiga keturunan Pakistan di Inggris, pergi ke Yerusalem. Di Yerusalem, pemuda lemah lembut itu mendapati… Read more »

“Drone” Bersenjata Mulai Dikerahkan AS Untuk Tewaskan Syaikh Al-Awlaqi

“Drone” Bersenjata Mulai Dikerahkan AS Untuk Tewaskan Syaikh Al-Awlaqi

Sebuah surat kabar Inggris pada hari Ahad kemarin (2/5) mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan pesawat ‘drone’ bersenjata rudal di wilayah Yaman untuk membunuh ulama Yaman yang berkewarga negaraan Amerika,… Read more »

Curiga Berlebihan, Muslim Penumpang Pesawat Diinterogasi

Curiga Berlebihan, Muslim Penumpang Pesawat Diinterogasi







DETROIT (SuaraMedia News) – Beberapa orang penumpang Muslim dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan dari kru maskapai penerbangan. Hal tersebut menyebabkan penerbangan ditunda, kepolisian menangkap keempat pria tersebut.

Pada saat penerbangan Northwest Airlines 243 dari Amsterdam menuju Detroit – rute yang persis sama dengan pesawat yang dinaiki oleh pemuda Nigeria yang dituding berusaha meledakkan pesawat pada hari Natal lalu – mulai mendarat di Detroit, empat orang penumpang Muslim dianggap telah melakukan “tindakan mengkhawatirkan” yang membuat resah para penumpang lain.



Disebutkan bahwa ada salah satu pria yang menarik selimut di atas kepalanya ketika pesawat mendarat pada pukul 1.05 siang waktu setempat. Hal tersebut menarik perhatian polisi.



Dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada ABC News, Otoritas Keamanan Transportasi mengatakan bahwa pihaknya diberitahu mengenai keberadaan “penumpang mencurigakan” dalam penerbangan tersebut. Pihak berwenang, termasuk agen-agen dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Federal Air Marshal, dan FBI, mengawasi pesawat tersebut dan menahannya di gate bandara selama 15 menit.






Para petugas bea cukai menginterogasi keempat penumpang Muslim tersebut kemudian melepaskan mereka. Para penumpang lain mengidentifikasi keempat pria tersebut sebagai pria keturunan Timur Tengah berusia rata-rata 20 tahun.



Tidak ada penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan kejadian tersebut. Aparat penegak hukum tidak memberikan informasi mengenai penumpang tersebut atau tindakan yang mereka lakukan sehingga harus diinterogasi.



Juru bicara Delta, Susan Elliott, mengatakan: “Empat orang penumpang tersebut tidak mematuhi instruksi awak pesawat. Karena curiga, awak pesawat meminta pihak berwajib untuk memeriksa pesawat pada saat mendarat.” Northwest Airlines adalah anak perusahaan dari Delta.



“Jika “ancaman” tersebut serius, maka pihak berwenang tidak akan memperbolehkan pesawat tersebut untuk memasuki terminal bandara.”



Kejadian tersebut merupakan peristiwa kepanikan terbaru di pesawat yang sampai melibatkan aparat kepolisian, namun pada akhirnya “ancaman” yang dikhawatirkan tidak pernah terjadi.



Pekan lalu, petugas keamanan udara Oregon mengirimkan dua buah jet tempur F-15 setelah ada seorang penumpang Hawaiian Airlines yang menuju Maui menolak melepaskan tas tangannya dan dianggap “mencurigakan”.



Keoni Wagner, wakil presiden humas maskapai tersebut, menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah insiden “tingkat rendah” yan melibatkan seorang penumpang yang mengganggu. Aparat bandara mengatakan bahwa pesawat tersebut mengisi bahan bakar dan kembali terbang menuju Hawaii. Ada 231 orang penumpang di atas pesawat tersebut.



Seorang penumpang, pria 56 tahun dari Salem, Oregon, akhirnya dilepaskan tanpa tuduhan setelah diinterogasi FBI.



Satu hari setelah Natal, keresahan melanda penerbangan dari Amsterdam menuju Detroit. Hal tersebut terjadi setelah seorang penumpang, yang keracunan makanan, berada terlalu lama di dalam toilet pesawat.



Pekan lalu, bandara Bakersfield, California, ditutup selama beberapa jam setelah sebuah tas menyebabkan alarm keamanan menyala. Awalnya, sebuah cairan “mencurigakan” dinyatakan positif sebagai bahan peledak, namun belakangan diketahui bahwa cairan “mencurigakan” tersebut hanya madu. (dn/ab) www.suaramedia.com




Muslim AS Jadi Corong Baru Bantuan Untuk Dunia

Muslim AS Jadi Corong Baru Bantuan Untuk Dunia

WASHINGTON (SuaraMedia News) – Rajiv Shah, seorang Muslim Amerika berusia 36 tahun, pada hari Kamis tanggal 24 Desember diangkat sebagai kepala US Agency for International Development (USAID).

“Raj memiliki keahlian dan pengalaman untuk memimpin USAID di abad ke-21 ini,” ujar Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dalam sebuah pernyataan.

“Ia memiliki catatan pencapaian prestasi yang baik di sektor publik maupun swasta, membangun rekanan di seluruh dunia, terutama di Afrika dan Asia, dan mengembangkan solusi inovatif dalam kesehatan global, serta layanan keuangan untuk kaum miskin.”

Pengangkatan Shah, yang akan bertanggung jawab secara langsung kepada Hillary Clinton, dilaporkan mendapat persetujuan mutlak di dalam Senat.

Shah, 36, telah menjadi Sekretaris Kedua untuk Penelitian, Pendidikan, dan Ekonomi serta Ketua Ilmuwan di Departemen Pertanian sejak bulan Juni.

Ia telah lama mengerjakan inisiatif keamanan pangan pemerintahan Obama, bagian dari sebuah kampanye global untuk membantu para petani kecil menyediakan lebih banyak pangan bagi mereka yang kelaparan.

Pemuda Muslim Amerika ini akan menjadi administrator resmi USAID pertama dalam pemerintahan Obama setelah penundaan selama 10 hari.

“Misi USAID adalah mewujudkan kepentingan Amerika dengan memperkuat hubungan kita dengan luar negeri,” ujar Presiden Obama ketika menominasikan Shah untuk USAID bulan lalu.

“Rajiv membawa ide-ide segar serta dedikasi dan latar belakang mengesankan yang dibutuhkan untuk membantu membimbing USAID bekerja meraih tujuan penting ini.”

Meskipun nominasinya mendapat tentangan pada awalnya karena usia yang relatif muda, banyak yang yakin energi Shah akan menghidupkan kembali agen pembangunan utama Amerika tersebut.

Sebelumnya, Shah pernah menjadi direktur pembangunan pertanian di Yayasan Bill Gates, yayasan amal swasta terbesar di dunia.

Ia telah mengembangkan sebuah reputasi sebagai guru pembangunan dan kesehatan publik di usia yang masih muda.

Shah juga memperoleh pengalaman politik dengan memberikan saran-saran mengenai kebijakan layanan kesehatan  dalam kampanye presidensial Al Gore.

Ia lahir dan dibesarkan di AS dari keluarga pendatang India yang menetap di Ann Arbor, Michigan, akhir tahun 1960an.

Shah tumbuh besar di kawasan Detroit dan memperoleh gelar master di bidang kedokteran dan ekonomi kesehatan dari Universitas Pennsylvania.

Ia menikah dan memiliki dua orang anak, Sajan dan Amna,

Istrinya, Shivam Mallick Shah, bekerja di Kantor Inovasi Departemen Pendidikan sebagai Direktur Inisiatif Khusus. (rin/io) www.suaramedia.com