Posts tagged as:

Di





ADDIS ABABA (SuaraMedia News) – Sebuah investigasi Observer menunjukkan bagaimana negara-negara kaya mendapatkan jaminan untuk memenuhi kebutuhan warganya, dengan memanfaatkan lahan seluas dua kali lipat daratan Inggris. Dan, lahan tersebut berada di Afrika, kawasan yang identik dengan kekurangan pangan. Guardian melaporkan hasil investigasi tersebut pada hari Senin (07/03).

Di Ethiopia, tepatnya di Rift Valley di Awassa, tedapat sebuah rumah kaca terbesar di negara tersebut. Rumah kaca tersebut belum sepenuhnya rampung, namun perkembanganya sudah cukup mengesankan. Luasnya lebih dari 20 hektar – 20 kali lebih besar daripada lapangan bola. Di dalam rumah kaca tersebut, ditanam tomat, cabai, dan sayur-sayuran lain yang berjajar dalam barisan sepanjang 500 m. Kondisi di dalam rumah kaca tersebut dikendalikan oleh komputer. Para insinyur Spanyol bertangung-jawab atas struktur baja rumah kaca. Para pakar dari Belanda bertanggung-jawab atas penggunaan air yang bersifat minimal di rumah kaca itu. Setiap hari, 1000 orang wanita memetik dan mengepak 50 ton bahan pangan. Dalam 24 jam, setelah menempuh jarak sepanjang 1000 mil, bahan pangan itu telah berada di toko dan restoran di Dubai, Jeddah, dan negara-negara lain di Timur-Tengah.






Ada sebuah paradoks di sini. Ethiopia adalah salah satu negara termiskin di dunia. Namun, ketika 13 juta rakyat Ethiopia butuh pangan, pemerintah Ethiopia menyediakan 3 juta hektar tanah tersubur di Ethiopia bagi negara-negara makmur dan sejumlah orang terkaya di dunia yang lantas mengekspor pangan kepada rakyat mereka sendiri.



Tanah seluas 1000 hektar di Awassa tersebut disewa selama 99 tahun oleh seorang usahawan milyarder dari Saudi yang lahir di Ethiopia, Sheikh Mohammed al-Amoudi. Al-amoudi adalah satu dari 50 orang terkaya di dunia. Perusahaan Al-Amoudi, Saudi Star, akan mengakuisisi dan mengembangkan lahan seluas 500.000 hektar di Ethiopia pada beberapa tahun mendatang. Sejauh ini, perusahaan itu telah membeli empat pertanian dan telah menanam  gandum, padi, sayur-mayur, dan bunga untuk pasar Saudi. Perusahaan itu diharapkan dapat mempekerjakan lebih dari 1000 orang.



Ethiopia hanyalah satu dari 20 negara Afrika yang tanahnya dibeli atau disewa untuk pertanian intensif. Sebuah investigasi yang dilakukan ole Observer memperkirakan bahwa sekitar 5 juta hektar lahan – dua kali luas daratan Inggris – telah diakuisisi dalam beberapa tahun terakhir atau sedang berada dalam proses negosiasi. Negosiasi tersebut melibatkan pemrintah dan para investor kaya yang bekerja dengan memanfatkan subsidi pemerintah. Data yang digunakan dalam investigasi tersebut dikumpulkan oleh Grain, International Institute for Environment and Development, International Land Coalition, ActionAid, dan lembaga swadaya masyarakat lainnya.



Para pelaku di bidang agribisnis internasional, investment banks, hedge funds, commodity traders, wealth funds, setrta dana pensiun Inggris, yayasan dan individu tertarik pada lahan termurah di dunia yang terletak di Afrika. Entitas-entitas tersebut mengincar Sudan, Kenya, Nigeria, Zambia, Malawi, Ethiopia, Kongo, Zambia, Uganda, Madagaskar, Zimbabwe, Mali, Sierra Leone, Ghana, dan sebagainya.



Ethiopia telah menyetujui 815 proyek pertanian bermodal asing sejak tahun 2007. Tanah Ethiopia dapat disewa dengan harga $1 per hektar per tahun. Negara-negara emirat seperti Saudi,  Qatar, Kuwait, dan Abu Dhabi merupakan pembeli terbesar. Pada tahun 2008, Saudi mengumumkan pengurangan produksi sereal sebesar 12 perse demi konservasi air. Sebagai gantinya, Saudi menyediakan $5bn sebagai pinjaman untuk perusahaan yang ingin berinvestasi di luar negeri dalam sektor pertanian yang potensial.  Foras, perusahaan investasi Saudi yang didukung oleh Islamic Development Bank dan para investor kaya Saudi, berencana untuk membeli lahan di Mali, Senegal, Sudan, dan Uganda. Perusahaan telah menyediakan dana sebesar $1bn dan berharap dapat mensuplai 7 juta ton beras bagi pasar Saudi dalam 7 tahun ke depan.



Dengan tindakan semacam itu, Saudi tak hanya mengakuisisi lahan Afrika, namun juga menghemat air sebanyak ratusan galon per tahun. Menurut PBB, air akan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam 100 tahun mendatang.



Lahan Afrika menarik bukan hanya untuk kebutuhan pangan, namun juga untuk biofuel. China telah menandatangai kontrak dengan Republik Demokratik Kongo untuk menanam kelapa sawit di tas lahan seluas 2,8 juta hektar sebagai bahan biofuel. Madagaskar dan perusahaan Korea Selatan, Daewoo, sempat membahas proyek biofuel yang melibatkan lahan seluas 1.2 juta hektar – hampir separuh lahan yang dapat ditanami di negara itu. Namun, kesepakatan tersebut terhambat oleh adanya kerusuhan.



Menurut Tim Rice, penulis laporan ActioAid, diperkirakan bahwa Uni Eropa (UE) memerlukan lahan seluas 17,5 juta hektar – lebih dari separuh luas Italia – untuk memenuhi 10 persen kebutuhan biofuel pada tahun 2015. “Pencaplokan lahan demi biofuel di Afrika telah memojokkan petani dan produksi pangan. Jumlah orang yang kelaparan akan meningkat,” kata Rice. Perusahan-perusahaan Inggris telah mendapatkan lahan di Angola, Ethiopia, Mozambik, Nigeria, dan Tanzania, untuk menanam sayur-mayur dan bunga.



Perusahaan-perusahaan India, dengan dukungan pinjaman dari pmerintah, telah membeli atau menyewa ratusan ribu hektar lahan di Ethiopia, Kenya, Madagascar, Senegal, dan Mozambik, untuk pertanian padi, tebu, jagung, dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan domestik.



Perusahan-peusahaan Korea Selatan pada tahun lalu telah membeli 700.000 hektar lahan di utara Sudan untuk menanam gandum. Uni Emirat Arab telah mengakuisisi 750.000 lahan di negara tersebut. Bulan lalu, Saudi mendapatkan kesepakatan atas lahan seluas 42.000 hektar di propinsi Nil.



Menurut pemerintah Sudan, lahan di negaranya sedang laris-manis. “Kami mendapat banyak permintaan dari banyak pengembang. Negosiasi masih berlangsung,” kata Peter Chooli, direktur sumber daya air dan irigasi, di Juba, pada minggu lalu. “Sebuah kelompok dari Denmark sedang berdiksusi dengan pemerintah dan pihak lain ingin menggunakan lahan di dekat Nil.”



Seorang bukanir yang menjalankan perusahaan invetasi Jarch Capital di New York, Philip Heilberg, telah menyewa lahan seluas 800.000 hektar di Darfur, Sudan. Heilberg berjanji, ia tak hanya akan menciptakan lapangan kerja, namun juga akan memberikan 10 persen atau lebih keuntungan yang ia peroleh kepada masyarakat setempat. Namun, ia dituduh pemerintah Sudan telah “mencaplok” tanah adat. Ia juga dituduh memancing upaya Amerika untuk memecah-belah Sudan.



Menurut Devlin Kuyek, peneliti dari Grain yang berbasis di Montreal, berinvestasi di Afrika adalah sebuah strategi baru untuk mendapatkan pangan yang dijalankan oleh banyak pemerintah.



“Negara-negara kaya mengincar Afrika tak hanya demi pengembalian modal yang sehat. Namun, juga sebagai polis asuransi. Kekurangan pangan dan kerusuhan di 28 negara pada tahun 2008, menurunnya persediaan air, perubahan iklim, dan pertumbuhan populasi yang pesat telah membuat tanah jadi menarik. Afrika memiliki sebagian besar lahan, dan, dibandingkan dengan benua lain,  murah,” kata Kuyek. (es/gd) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Gempa Susulan Dahsyat Masih Guncang Chile

by konspirasi on March 4, 2010





Santiago (Suara Media News) – Gempa susulan yang berkekuatan 5,9 skala Richter yang mengguncang kawasan lepas pantai Chile pada Rabu menyulut kepanikan di kota selatan-tengah, Concepcion, yang dilanda gempa besar pada akhir pekan.

Petugas-petugas penanganan darurat mengatakan bahwa tidak ada bahaya tsunami di daerah itu, namun penduduk yang ketakutan lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, kata beberapa saksi Reuters.

Gempa bumi dahsyat yang terjadi Sabtu menewaskan lebih dari 800 orang, namun jumlah kematian masih mungkin naik lagi dalam beberapa hari ini, kata Presiden Chile Michelle Bachelet.

Korban tewas akibat gempa bumi besar di Chile pada akhir pekan lalu bertambah menjadi 763 orang, kata pejabat di kantor keadaan darurat negara itu, Selasa.

Petugas pertolongan, Selasa mengeluarkan 79 penyintas dan tujuh mayat dari puing bangunan di Concepcion, Chile.






Concepcion, yang berada di pantai Pasifik di bagian barat laut Chile, adalah kota paling parah diguncang gempa kuat pada Sabtu itu.

Sementara itu, untuk menghentikan penjarahan di kota itu, pemerintah Chile pada hari sama memperpanjang waktu larangan keluar rumah dari 15 jam menjadi 18 jam sampai Selasa sore waktu setempat.

Pemerintah juga menambahkan tiga kota kecil –Talca, Cauquenes dan Constitucion– ke dalam daftar larangan keluar rumah guna memadamkan penjarahan.

Perkosaan dan kekerasan meningkat setelah gempa itu, yang mengganggu pasokan listrik dan air di kota dengan korban paling parah, Concepcion dan Talca.

Dalam beberapa hari belakangan, ketiadaan listrik, air minum dan makanan mengakibatkan panik di kalangan warga di Concepcion, sehingga memicu penjarahan di berbagai pasar swalayan dan toko makanan.

Keadaan di kota tersebut dengan cepat memburuk ke tahap banyak toko dijarah, sekalipun ada pemiliknya.

Presiden Chile Michelle Bachelet pada Senin memerintahkan pengerahan lebih banyak tentara ke wilayah porak-poranda akibat gempa di bagian tengah dan selatan negeri itu, sehingga jumlah mereka mencapai 7.000 orang pada Selasa.

Tentara tersebut akan menegakkan dan memelihara ketenangan di daerah korban gempa dan mengendalikan keadaan, katanya.

Untuk memelihara ketenangan, larangan keluar rumah diberlakukan di wilayah Maule dan kota Concepcion sejak Minggu.

Satuan polisi antihuru-hara tiba di Concepcion sejak Senin. Polisi bersenjatakan perlengkapan antihuru-hara dan semprotan air sekarang meronda di jalan.

Pada hari gempa mengguncang, toko obat menjadi sasaran pertama penjarahan, kata penduduk setempat. Toko makanan adalah sasaran berikutnya.

Gempa berkekuatan 8,8 pada skala Richter mengguncang pantai Chile tengah pada Sabtu pagi (27/2) dan menewaskan lebih dari 700 orang serta membuat dua juta orang lagi kehilangan tempat tinggal.

Menurut beberapa perkiraan, kerugian akibat gempa itu dapat mencapai 30 miliar dolar Amerikat Serikat.

Enam orang tewas pada Senin sesudah pesawat kecil tumpangan mereka jatuh sewaktu membawa bantuan buat warga kota Concepcion.

Pejabat setempat menyatakan pesawat Piper PA 31 itu celaka pada pukul 12.28 waktu setempat (22.28 WIB) dalam penerbangan dari ibu kota Chile, Santiago, menuju daerah Tome di dekat Concepcion.

Pesawat tersebut dipiloti Marcelo Ruiz, disertai lima anggota universitas San Sebastian.

Di antara penumpang itu terdapat politikus terkemuka, seperti, mantan presiden kelompok sayap sangat kanan Perhimpunan Pemuda Demokratik Mandiri Mario Desbordes dan pejabat tinggi partai Kristen Demokrat Luis Ernesto Videla.

Di Jenewa, Elizabeth Byrs, wanita juru bicara pada Kantor Koordinasi Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa Chile meminta bantuan antarbangsa.

“Pemerintah meminta bantuan antarbangsa. Mereka memasok daftar pengutamaan,” kata Byrs.

Daftar permintaan itu meliputi rumah sakit lapangan dengan sarana bedah, jembatan bergerak, peralatan perhubungan, dapur, di samping regu penggalang dan pemrakira bencana, tambah Byrs. (Reuters/afp)



 


{ 0 comments }





GAZA (SuaraMedia News) – Walid Sayel, ketua dewan stasiun pembangkit listrik Gaza, meminta komite kuartet internasional  yang dipimpin oleh Tony Blair untuk menemukan solusi drastis bagi krisis listrik di Gaza.

Ia meminta kuartet memperoleh pembiayaan yang dibutuhkan guna menyediakan jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan kapasitas penuh stasiun Gaza.



Sayel, yang juga merupakan direktur eksekutif perusahaan listrik Palestina, mengusulkan pembelian gas Mesir untuk menggantikan bahan bakar industri Israel, menegaskan bahwa itu akan mengurangi biaya operasi selain juga ramah terhadap lingkungan.



Ia mendesak PBB, sejumlah kelompok HAM dan komunitas dunia untuk segera mengintervensi guna menekan Uni Eropa agar membiayai kembali suplai bahan bakar dan menekan Israel agar mengijinkan masuknya material dasar ke Gaza.



Sayel menunjukkan bahwa stasiun listrik Gaza kini hanya memproduksi 30 megawatt, yang berarti pengurangan 50% dari kapasitas listriknya.






Kantor PBB untuk koordinasi urusan kemanusiaan (OCHA) menyebut Otoritas Palestina (PA) di Ramallah bertanggung jawab atas krisis listrik Gaza, mengatakan bahwa PA tidak membayar bahan bakar industrial yang digunakan untuk mengoperasikan satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza.



Dalam laporan mingguannya, OCHA mengatakan bahwa sejak komitmen Uni Eropa untuk mendanai bahan bakar pembangkit listrik Gaza jatuh tempo di bulan November 2009, PA telah mengambil  tanggung jawab untuk pendanaan.



Dikatakan bahwa terdapat 40,000 warga, yang hidup tanpa listik samasekali akibat rusaknya jaringan listrik selama agresi militer di Gaza.



Menurut laporan tersebut, otoritas listrik Gaza memperingatkan bahwa cadangan bahan bakar tersedia untuk beberapa hari ke depan dan jika tidak ada lagi bahan bakar yang dikirimkan dalam beberapa hari mendatang, pembangkit listrik itu akan sepenuhnya ditutup.



Terkait dengan banjir di lembah Gaza, laporan itu menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan warga yang terkena dampak banjir diperkirakan mendekati 140 rumah tangga atau 800 jiwa, yang hanya menerima bantuan darurat dasar seperti makanan dan barang-barang non-makanan dari berbagai agensi, termasuk Palang Merah Palestina, kementerian urusan sosial di Gaza, dan sejumlah organisasi non-pemerintah dan asosiasi lokal.



Laporan itu menyoroti pelanggaran Israel di Tepi Barat, mengatakan bahwa dalam minggu ini, pasukan pendudukan Israel (IOF) melukai 12 warga Palestina di seluruh Tepi Barat, yang menjadikan jumlah total warga Palestina yang terluka sejak awal tahun 2010 sebanyak 53 orang.



Di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem timur, pemukim Israel mengusir 53 penduduk Palestina dan menempati rumah-rumah mereka selama satu minggu dan secara fisik menyerang lima warga Palestina, melukai dua dari mereka.



Dalam beberapa minggu terakhir, para pemukim dari pemukiman Hallamish menebang 20 pohon zaitun milik petani Palestina dari desa Deir Nidham di Ramallah. Terjadi pula demonstrasi rutin yang memprotes ekspansi pemukiman Hallamish di tanah Deir Nidham yang berujung pada bentrokan antara warga Palestina dengan pemukim Israel dan IOF.



Selain itu, terdapat empat insiden pelemparan batu oleh pemukim Israel ke arah kendaraan warga Palestina  di jalan-jalan dekat pemukiman di Ramallah, Nablus, dan Al Khalil, meski tidak jatuh korban luka atau kerusakan pada kendaraan. Kuburan-kuburan warga Palestina juga dirusak oleh pemukim Israel di desa Awarta, Nablus, dan grafiti ofensif disemprotkan dalam bahasa Ibrani, Inggris, dan Rusia di dalam desa. (rin/pic/up) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Narasi Maulid

by konspirasi on March 1, 2010


Inilah puisi yang saya tulis dan baca 20 tahun silam di hadapan YM almarhum Ustadz Husin al-Habsyi. Semoga kita tergolong orang-orang yang beterimakasih kepada Baginda Muhammad SAW.

Di lorong Salam yang tenang, di sepetak bangunan yang remang
di bilik sempit yang temarang, di kampung Tihamah yang lengang
di jantung Bakkah yang gersang, di persada Jazirah yang kerontang…

sinar misterius menghunjam persada dan membedah malam pertengahan Rabi’ul awwal, sebuah jeritan bayi malakuti melambung dan mengoyak angkasa Ummul-Qura
gemerincing lampu-lampu kristal istana Khosro Parwiz mengisyaratkan sebuah peristiwa
…dentang-dentang lonceng raksasa gereja Roma mengumandangkan sebuah warta
…debam-debam gajah-gajah Abrahah yang berjatuhan beradu bagai genderang laga
…kelepak sayap merpati di atas Mekkah yang menari bersusulan laksana rebana pesta

lalu terdengar kumandang …
selamat menggigil, cukong-cukong tamak…
selamat berhamburan, tuhan-tuhan bertulang…
selamat berjatuhan, raja-raja jorok…
selamat ketakutan, seniman-seniman cabul di pasar ukaz,
selamat bangkrut, saudagar-saudagar budak
berpestalah, hai kuli-kuli gratis juragan-juragan Quraisy
bergembiralah, hai kaum buruh di ladang Umayyah
kumandangkan lagu kemerdekaan
gelarlah permadani merah demi menyambut MUHAMMAD!

Mentari menyingsing dan menyongsong,
purnama menyeruak dan menyapa,
gemintang berkilau dan menyambut,
pelangi berhias dan mendaulat
Ka’bah menyala san mengucapkan ’selamat datang’ ’selamat lahir’
kepada debur ombak rabbani yang bergulung menghempas buih syaitani
kepada desah nafas subuh yang berhembus lembut segarkan pori-pori fitrah
kepada rinai-rinai iman yang berguguran membilas sahara Hijaz
kepada sepoi-sepoi sejuk yang meniup pucuk dedaunan korma
kepada simponi tangkai zaitun yang bergesekan laksana biola
kepada mawa api tauhid yang menjilat gelap syirik
kepada untaian syair ilahi yang abadi
kepada rangkaian firman yang suci
kepada penguasa altar malakut yang menghadirkan gelegar dahsyat di lelangit
kepada kuasa Musa, kasih Yesus, damai Budha, hikmah Socrates, logika Aristo, ide Plato, aura Zoroaster dan wibawa Lao Tse
kepada pemuka para kohen, santo dan imam
kepada utusan Sang Khuda, duta Sang Theos, pewarta Sang Hyang dan Rasul Allah
kepada Sang Rahmat
kepada dia yang bernama MUHAMMAD!

Bertapa dalam gua gelap Tsur
bersemedi dalam lembah Hira
menggigil dalam kesendirian lereng Arafah
menggelinjang dalam asmara Lahut
menggigil dalam pelukan Sang Jalal
mengerang dalam kehangatan Sang Jamal
bergejolak dalam pesta malaikat
menanggalkan busana raga
hilang dalam Ada
kembali memasuki nasut
dilumuri kotoran onta di Haram
dilempar bebatuan bocah-bocah Thaif
bermandikan darah di Uhud
bersenda jenaka di hadapan yatim
menghibur para janda syuhada
berhariraya dengan gelandangan
bergaul dengan kaum cacat dan kusta
bersukacita didatangi tamu tuna netra
berjalan menunduk di keramaian
mencium tangan pekerja kasar
pemaaf kala berkuasa
membantu sebelum diminta
berbalik tubuh bila diseru
menegur tanpa menunggu
bermurah dengan senyum
menggali parit dan sumur
tidur dengan bantal batu
menawarkan jasa tenagakerja
keluar masuk pasar
dan berseru akulah Sang Utusan
akulah MUHAMMAD

Muhammad Sang Nabi,
nabi pahlawan dan cendekiawan bagi Haidar
nabi kelana pencari kebenaran bagi Salman
nabi demonstran pemberani bagi Abu Zar
nabi gelandangan beriman bagi Ammar
nabi prajurit tanpa pamrih bagai Miqdad
nabi budak berhati salju bagai Bilal

Lumpang tempat putrinya menumbuk gandum teramat mahal bagi kami
Derit pintu rumahnya yang reot terlalu merdu di telinga kami
Atap pelepah korma biliknya sungguh teduh di atas kepala kami
Darah di dahi dan pelipismu saat di Uhud benar-benar menyesakkan dada kami
Tangisan kedua cucumu yang sakit menahan lapar betapa menusuk hati kami
Suaramu yang parau saat meminta secarik kertas dan pena sunggu menyedihkan kami
Kerja kerasnya yang dihancurkan
Kemakusmannya dilecehkan
Ajarannya dianggap rongsokan

Kini lihatlah ia sedang melihat kita dengan mata kecewa
kita yang sedang nongkrong di atas fosil-fosil kebodohan
kita yang asyik harakiri dengan pornografi atas nama seni
kita yang makin trampil menjadi bangsa yang latah
kita yang sakau dengan korupsi dari rt sampai pejabat
kita yang sudah kehilangan etika ketimuran
kita yang menjadi konsumeris dan pemuja raga
kita yang sibuk mempertontonkan lakon anarkisme
kita yang sudah menjadi kue ulangtahun dalam pesta para musuh
kita yang tak lagi bisa hidup rukun dan menghargai perbedaan
kita yang sebenarnya tak mengenal MUHAMMAD

Duhai MUHAMMAD,

Di tengah umatmu ada segerombolan orang yang mengusung jargon-jargon agama lalu melakukan privatisasi penafsiran teks sambil menyemburkan tuduhan sesat kepada kelompok lain

Di tengah kami ada yang mengkafirkan dan menghalalkan darah sesama muslim hanya karena berbeda pandangan dan mazhab

Di tengah kami ada yang merasa telah menjadi muslim sejati hanya dengan menggelindingkan butir-butir kaca

Di tengah kita ada segelintir orang yang bermain-main dengan nasib bangsa dengan memperkaya diri dan melakukan pengkhianatan

Di tengah kami ada segerombolan manusia rakus yang melakukan penebangan liar, pencemaran lingkungan, penggusuran demi keindahan kota, dan phk dengan dalih efesiensi atau ‘pailit yang direncanakan’.

Di tengah kita muncul sejumlah istilah-istilah aneh seperti ‘politik uang’, ‘dagang sapi’, ‘tebang pilih’, ‘jual beli perkara’, ‘calo senayan’, dan yang paling gres penjarahan dengan dalih “berdampak sistemik”.

Karena itu, doakanlah kami agar dapat menemukan jatidiri kami sebagai bangsa yang bermoral, terhormat, rukun dan bangsa yang tidak didikte oleh asing untuk melakukan transaksi yang tidak adil.

Maafkanlah kami, maafkanlah kami.

{ 0 comments }





LONDON (SuaraMedia News) – Masjid-Masjid di Inggris telah melangkah lebih jauh daripada sekedar menjadi tempat pelaksanaan ibadah. Masjid-Masjid tersebut menjalankan sebuah program screening guna menangani isu kesehatan. Maka, kini di Masjid-Masjid di Inggris, Anda dapat menjumpai barisan orang yang sedang antri untuk diambil sampel ludahnya.

Program kesehatan yang sedang berlangsung di Masjid-Masjid Inggris tersebut dijalankan oleh sebuah tim Royal London Hospital, sebuah rmah sakit di kawasan timur London. Tim tersebut dipimpin oleh  Graham Foster, seorang profesor hepatologi sekaligus petugs yang berwenang dalam menangani penyakit hati yang berkaitan dengan virus  (viral liver disease).



Program screening tersebut sebenarnya telah dimulai sejak lima tahun yang lalu. Lokasi scfeening adalah pusat-pusat komunitas dan Masjid-Masjid dengan jamaah dari Asia.



Screening berlangsung di London barat dan timur; di Walsall dan Sandwell, Midlands; dan di Bradford, West Yorkshire. Sejauh ini, hampir 5000 orang telah menjalani screening.






Sreening menunjukkan adanya insiden viral hepatitis di kalangan komunitas Muslim asal Pakistan sebesar 20 persen. Kecenderungan untuk mengalami insiden viral hepatitis tersebut berbeda di antara pria dan wanita. Secara keseluruhan di Inggris, insiden rata-rata viral hepatitis adalah kurang dari 1  persen. Infeksi virus tersebut dapat berakibat fatal. Tetapi, jika cepat ditangani, penderita yang terjangkit oleh  virus tersebut dapat sehat kembali.



Di Inggris, kebanyakan penderita viral hepatitis merupakan pengguna obat dengan suntikan. Menggunakan sebuah jarum suntik secara bergantian memang sebuah cara penularan yang umum bagi penyakit viral hepatitis.



Namun, orang-orang Pakistan di Inggris yang menderita penyakit hati bukanlah pengguna obat. Mereka – karena  merupakan Muslim – juga tidak menenggak alkohol.



Ditengarai bahwa orang-oang Pakistan tersebut menderita penyakit hati akibat paktek kesehatan yang tidak memadai. Praktek semacam itu biasanya menimpa mereka ketika sedang berkunjung ke Pakistan. Di sana, dokter bisa saja menggunakan sebuah jarum lebih dari sekali untuk menyuntikkan obat, memberi vaksinasi, dan memberi transfusi darah.



Bahkan, adakalanya pengusaha di bidang kesehatan mengumpulkan jarum bekas dari tempat sampah, membersihkannya, membungkus ulang layaknya jarum baru, dan lantas menjual kembali kepada para dokter. Banyak tenaga kesehatan tidak sadar atas resiko penggunaan jarum secara berulang. Pula, tingkat kesadaran terhadap viral hepatitis di Pakistan cukup rendah.



“Begitu kami memberi penjelasan kepada orang-orang yang menjalankan Masjid, mereka menyambut kami dengan tangan terbuka,” kata Foster. “Sebenarnya sangat tidak lazim bagi konsultan rumah sakit untuk terlibat dalam studi-studi komunitas. Namun, ini memberi kesempatan bagi kami untuk mengetahui masyarakat secara mendalam dalam setting ini dibandingkan dengan di rumah sakit. Melihat begitu lancarnya pendekatan screening kesehatan ini berjalan, ini merupakan saat yang menentukan bagi pendekatan kondisi kesehatan di masa mendatang.”



Shahid Mursaleen, juru bicara Minhaj-ul-Quran, sebuah Masjid sekaligus asosiasi komunitas Muslim di London timur, memuji tim Foster atas cara mereka merengkuh masyarakat setempat.



“Dalam khotbah Jumat ini, imam kami mengumumkan informasi tentang hepatitis dan mendorong orang-orang untuk menjalani tes,” kata Mursaleen. “Ia mengatakan bahwa jika orang-orang berada dalam kondisi yang sehat, maka mereka akan meraih keuntungan spiritual. Beberapa orang yang dinyatakan positif telah diobati dan telah sembuh sekarang. Adalah tugas kita untuk bekerjasama dengan NHS dalam hal ini. (es/ie) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

</