Posts tagged as:

dokter gigi

Tragedi Fort Hood Bawa Harapan Baru Bagi Muslim

by konspirasi on November 17, 2009

Umat Muslim berkumpul dan berbagi makanan di Pusat Komunitas Muslim Silver Spring, dimana Mayor Nidal Hassan biasa berkumpul.

Umat Muslim berkumpul dan berbagi makanan di Pusat Komunitas Muslim Silver Spring, dimana Mayor Nidal Hassan biasa berkumpul. (SuaraMedia News)FREMONT  (SuaraMedia News) – Meskipun kekhawatiran bahwa penembakan Fort Hood akan menyebabkan reaksi yang baru terhadap Muslim AS, optimisme terlihat pada pertemuan di hari Minggu oleh ratusan anggota Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) Bay Area.

“Ada harapan baru untuk Muslim AS,” kata tuan rumah dan dokter gigi Fremont Mohammad Rajabally, yang mengatakan sikap terhadap umat Islam telah membaik, tetapi bisa jatuh kembali ke dalam kesalahpahaman dan kebencian tanpa advokasi yang gigih.

Pesta penggalangan dana untuk cabang Bay Area kelompok hak-hak sipil Muslim terbesar di  negara tersebut menggunakan nama ceria, “A New Era of Hope”, tapi mengikuti litani berita buruk secara lokal dan nasional.


“Saya tahu bahwa umat Islam telah berkata setelah Fort Hood, sebagian dari mereka mengatakan mereka merasakan hal yang sama seperti yang mereka rasakan setelah 9 / 11,” kata Zahra Billo, seorang direktur penjangkauan CAIR Bay Area.

Psikiater tentara AS, Mayor Nidal Hasan telah dituduh dengan 13 pembunuhan berencana sehubungan dengan tragedi pada  5 November di pangkalan militer Texas. Hasan telah berusaha untuk meninggalkan militer dan telah mengeluhkan diskriminasi anti-Muslim, menurut laporan media, dan beberapa takut serangan dan pertanyaan tentang motivasi keagamaan Hasan mendorong kemarahan yang tidak berdasar kepada kelompok minoritas.

Namun, Billo berkata ketakutan awal mengenai reaksi kecaman belum terjadi. Itu merupakan perbaikan, katanya. Pada waktu 9 / 11, ketika Billo adalah seorang mahasiswa dan mengingat merasakan keprihatinan mendalam mengenai bagaimana dia dan kaum muslimin lainnya rasakan.

“Saya tidak merasakan hal yang sama,” kata Billo bereaksi atas penembakan tersebut. “Ya, kami mendapat panggilan kebencian, tapi kita juga mendapatkan dukungan.”

CAIR Bay Area mengatakan sekitar 200 menjawab panggilan hak-hak sipil dalam setahun terakhir, sedikit lebih dari separuh dari mereka adalah berasal dari umat Islam yang menghadapi semacam kesulitan dengan badan pemerintah, biasanya tentang pertanyaan kewarganegaraan atau imigrasi.

Tiga dari puluhan panggilan yang terkait dengan pemerintah berasal dari Musmorthood_1lim yang menghadapi pertanyaan dari FBI, kata kelompok tersebut. Sebagian besar kasus lain tentang diskriminasi di tempat kerja, sekolah dan tempat lain.

Beberapa kasus-kasus itu memiliki profil tinggi, seperti pemukulan pada bulan Agustus terhadap seorang sopir taksi di Pleasanton. Polisi mengatakan para penyerang mengira pengemudi Sikh itu seorang  Muslim, dan melabeli dia “Taliban” sebelum mereka memukulinya, mematahkan gigi dan menyebabkan luka-luka lainnya yang membutuhkan jahitan. CAIR menyerukan serangan tersebut harus diperlakukan sebagai kejahatan rasial.

Walaupun difitnah oleh lawan-lawan sengit sebagai kelompok teroris ataupun simpatisan, CAIR memiliki reputasi dalam arus utama di Bay Area, sebagaimana dibuktikan oleh selusin walikota dan anggota dewan kota dari East Bay dan Silicon Valley yang bergabung dalam jamuan makan malam di Marriott Fremont.  

Anggota  lokal berkata organisasi tersebut menghadapi tantangan yang lebih sulit di penjuru negara. Empat anggota Kongres Partai Republik menuntut penyelidikan dari magangnya kelompok tersebut di Capitol Hill bulan lalu, dengan alasan itu akan memberi mereka kemampuan untuk menyusup ke dalam komite keamanan tinggi.

Grup juga telah sibuk menanggapi berita minggu lalu bahwa agen-agen federal berniat untuk merebut Masjid County Sacramento yang dimiliki dan disewa oleh sebuah yayasan terkait dengan pemerintah Iran. Kebingungan tentang penyelidikan tersebut telah menyebabkan tindakan rasisme terhadap anggota Masjid, kata direktur CAIR.

Banyak dari contoh-contoh itu yang menjadi perhatian salah satu peserta perjamuan, Sajid Khan, tetapi pengacara San Jose mengatakan dia juga yakin bahwa bertahun-tahun advokasi dan pendidikan telah membuat perbedaan. Lahir dan dibesarkan di Bay Area oleh orangtua yang pindah dari India pada 1960-an, ia berkata ia belum pernah menghadapi diskriminasi karena ia adalah Muslim.  

“Saya cenderung untuk melihat sisi positif negeri ini,” kata Khan. “Yang negatif tidak terjadi tapi saya pikir itu hanyalah efek samping, bukan norma.” (iw/ct) www.suaramedia.com

{ 0 comments }

</