List/Grid

Tag Archives: Florida

Lacak Teroris Lokal, Drone Rahasia AS Hantui Langit Inggris

Lacak Teroris Lokal, Drone Rahasia AS Hantui Langit Inggris

LONDON – Pesawat mata-mata tanpa awak AS dalam waktu dekat akan terbang melintasi langit kota-kota Inggris untuk mencari jaringan “teroris” tersembunyi, demikian diungkapkan dalam laporan berita media-media Inggris. Surat kabar… Read more »

Pesan Natal Ala Gereja Gainesville Florida

Pesan Natal Ala Gereja Gainesville Florida

Gereja kontroversial di Amerika kembali melancarkan serangan terhadap agama Islam dan menyebut Islam sebagai “agama setan,” dengan menghiasi dinding selama perayaan Natal dengan slogan-slogan yang menghina Islam. Seolah-olah gereja mencoba untuk mengirim pesan anti-Islam kepada para pengikut mereka dengan segala cara dan Tuhan melakukan sisanya. “

Gereja yang berada di kota Gainesville, Florida, mendekorasi pohon-pohon, gedung-gedung dan rumah-rumah di Gainesville dengan cahaya terang dalam persiapan untuk merayakan hari Natal, termasuk menampilkan hiasan lampu dengan kata-kata “Islam is of The Evil” (Islam adalah setan) yang ditulis di antara gemerlap lampu-lampu di taman gereja, menurut kantor berita Amerika hari Kamis kemarin (24/12)

Gereja juga menyiarkan rekaman video yang dibuat oleh pelopor ucapan selamat anti-Islam tersebut, dalam rekaman video itu ditampilkan kartu natal yang berkata: “Selamat Natal disampaikan oleh International Center Networking Church, di mana Kristus adalah Raja dan Islam berasal dari setan.”

Tampilan kata-kata “Islam is of The Evil” dalam sebuah snapshot memakan waktu sekitar 35 detik, relatif lama dibandingkan dengan durasi video yang tidak melebihi 38 detik.

Menurut review dari video, kata-kata yang menghina Islam yang ditampilkan di video tersebut ditransmisikan dengan irama musik yang terkenal untuk lagu “We wish you Merry Christmas and Happy New Year.”

Dikatakan dalam sebuah pernyataan pada situs web gereja, mereka mencoba menyampaikan pesan menghina Islam dengan segala cara yang memungkinkan, dan Tuhan akan melakukan sisanya.

Dari informasi yang gereja sampaikan, gereja mereka “menyediakan tempat penampungan dan memberikan makanan bagi orang yang mau meninggalkan Islam alias murtad.”

Sebelumnya gereja di Gainesville Florida ini telah “terkenal” pada bulan Mei lalu dengan papan pengumuman yang mereka pasang di depan gereja dengan kalimat “Islam is of The Evil”, sehingga memicu kecaman dan protes tidak hanya dari umat Islam, bahkan umat Kristen sendiri dan umat Yahudi – mereka menuduh gereja tersebut gereja rasis dan mengkampanyekan kebencian.

Bahkan Terry Jones yang merupakan pimpinan gereja pada bulan Agustus lalu, telah meminta anak perempuannya untuk mengenakan kaos yang bertuliskan sama dengan papan pengumuman yang dipasang di depan gerejanya dengan kalimat “Islam is of The Evil”, namun anaknya dilarang untuk masuk sekolah dengan menggunakan kaos rasis dan anti-Islam itu.(fq/iol)

Gadis Murtad Diminta Diskusikan Agama Dengan Keluarganya

Gadis Murtad Diminta Diskusikan Agama Dengan Keluarganya


Keluarga Rifqa Bary berharap putrinya kembali dan berdialog agama untuk menyelesaikan masalah keluarga mereka. (SuaraMedia News)COLUMBUS, OHIO (SuaraMedia News) – Remaja Sri Lanka yang pindah ke agama Kristen, dan melarikan diri dari rumah, dan keluarga Muslimnya harus saling mendengarkan sudut pandang masing-masing tentang agama jika mereka ingin kembali berkumpul, sebuah kemungkinan yang tampaknya sulit untuk terwujud karena sang gadis terus menolak untuk berkomunikasi dengan orangtua atau saudara-saudaranya.

Sebuah rencana manajemen kasus yang diajukan pada hari Senin menyebutkan bahwa Rifqa Bary dan orangtuanya harus mendengarkan pendapat masing-masing tentang Islam dan Kristen sebagai langkah awal menuju reunifikasi.


Namun rencana yang ditulis oleh Margaret Shirk, pekerja kasus Dewan Layanan Anak-anak Wilayah Franklin, itu juga menyebutkan “beberapa perbedaan parah” yang ada antara gadis 17 tahun tersebut dengan orangtuanya mengenai apa yang menyebabkan ia lari ke Florida selama musim panas.

Rifqa mengatakan bahwa ia takut ayahnya akan melukai atau membunuhnya karena meninggalkan Islam namun Ayahnya membantah klaim tersebut.

“Kekhawatiran orangtuanya adalah bahwa Rifqa memiliki persepsi yang salah tentang agama mereka dan bahwa pemahamannya itu menciptakan penghalang akan terwujudnya reunifikasi,” tulis Shirk. “Kekhawatiran Rifqa adalah bahwa orangtuanya tidak memahami pilihannya untuk masuk Kristen.”

Orangtua Bary, Mohamed dan Aysha Bary, setuju dengan keputusan untuk meletakkan anak perempuannya di tempat penampungan untuk sementara, namun mengkhawatirkannya dan ingin menyambung kembali hubungan keluarga dengannya.

Rencana Shirk menyebutkan bahwa Rifqa Bary telah memperjelas bahwa ia tidak mau ada kontak apa pun dengan orangtua atau kakak laki-lakinya. Gadis itu berbicara dengan kakak laki-lakinya lewat telepon ketika ia berada di Florida namun sejak saat itu ia memutuskan hubungan dengan saudaranya tersebut.

“Rifqa telah bersikeras untuk tidak menjalin kontak apa pun debary_1ngan orangtua atau saudara laki-lakinya,” bunyi rencana tersebut.

Rencana itu juga menyerukan agar menemukan kerabat atau non kerabat yang dapat menampung Rifqa jika reunifikasi dengan orangtuanya tidak memungkinkan. Tujuannya adalah menyatukan mereka pada tanggal 10 Agustus, ketika gadis itu berusia 18 tahun, setelah itu, ia dapat hidup sendiri dan meninggalkan tempat penampungan.

Keluarga gadis ini berasal dari Sri Lanka dan beremigrasi di tahun 2000 untuk mencari bantuan medis bagi Rifqa, yang kehilangan penglihatan di mata kanannya ketika ia jatuh dan tertabrak pesawat mainan di rumahnya.

Rifqa menghilang dari rumah pada tanggal 19 Juli dan tampaknya timggal bersama teman dari seorang pendeta yang ia kenal di Columbus selama dua hari.

Pendeta itu, Brian Williams, kemudian membantunya mendapatkan bus ke Florida di mana ia bertemu dengan rekan-rekan Kristennya yang ia kenal di Facebook.

Polisi menggunakan rekaman telepon dan komputer untuk melacak gadis itu ke Blake Lorenz, seorang pastur dari Gereja Revolusi Global di Orlando, Florida. Pihak yang berwenang mengatakan bahwa remaja itu telah bertemu dengannya melalui sebuah kelompok doa Facebook online.

Investigasi Departemen Penegakan Hukum Florida tidak menemukan adanya ancaman terhadap sang gadis.


Hakim Florida, Daniel Dawson, membawa kasus Bary ke pengadilan Ohio di bulan Oktober. Ia akan tetap berada di tempat penampungan hingga sebuah keputusan final tentang apakah ia terpaksa harus pulang ke rumah dibuat. (rin/ust/ap/cbn) www.suaramedia.com