List/Grid

Tag Archives: hak wanita

Muslim Ukraina Perjuangkan Jilbab Untuk Foto Paspor

Muslim Ukraina Perjuangkan Jilbab Untuk Foto Paspor





KIEV (SuaraMedia News) – Sebuah organisasi Tatar Krimea mengajukan aplikasi ke Administrasi Agama dengan permintaan untuk membantu hak wanita Muslim difoto untuk paspor dengan mengenakan jilbab.

The Clannishness dari Tatar Krimea di Kiev telah mengajukan aplikasi ke Administrasi Agama Muslim Krimea dengan permintaan untuk membantu melindungi hak wanita Muslim untuk mengenakan jilbab dalam foto paspornya.



“Kami mengajukan aplikasi ke lembaga berwenang kaum Muslim di Ukraina dengan permintaan untuk menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan kebutuhan warga Krimea dan Muslim Ukraina,” ujar seorang anggota komunitas.



Dalam Islam, mengenakan jilbab adalah sebuah kewajiban bagi kaum wanita yang telah dewasa.



Susanna Ismail (25) dari kota Bagcasaray (Bakhshisarai) sedang berurusan hukum dengan Kementerian Dalam Negeri Ukraina di pengadilan administratif distrik Kiev demi haknya untuk difoto dengan mengenakan jilbab.






Ia kehilangan haknya ini di kantor pelayanan paspor di Bagcasaray ketika tiba saatnya untuk menempelkan foto di paspor.



Kantor pelayanan paspor di tempat tinggalnya yang dulu, Cankoy raion, mendenda Susanna karena difoto dengan mengenakan jilbab ketika ia mendapatkan paspor pertamanya.



“Instruksi antardepartemen (perintah no. 600 dari Kementerian Dalam Negeri Ukraina yang mengharuskan foto paspor seorang individu tanpa penutup kepala) tidak memenuhi undang-undang “kebebasan hati nurani” dan Konstitusi Ukraina,” ujar pengacara Ismail, Enver Umer.



Umer mengatakan bahwa ia telah menerima 900 aplikasi dari para wanita Muslim yang berasal dari Krimea, Donetsk, Zaporizhzhia, Kiev, Kharkiv dan Luhansk, yang ingin bergabung dengan aksinya.



Sementara penduduk Ukraina didominasi oleh Kristen Ortodoks dan Uniate, kaum Muslim telah lama tinggal di negara tersebut selama berabad-abad dan membentuk Ukraina modern seperti yang dapat kita lihat sekarang. Pemukiman Muslim di negara itu terkonsentrasi di bagian selatan, terutama di Krimea, meskipun di wilayah-wilayah lain seperti Volhynia dan Podolia juga terdapat beberapa koloni Tatar Lipka.



Kerajaan Krimea didirikan oleh Tatar Krimea pada abad ke-15. Orang-orang ini adalah keturunan orang Turki dan non Turki yang telah menetap di Eropa Timur sejak abad ke-7.



Etnis Tatar Krimea beraliran Sunni dan sang ulama dianggap sebagai sosok relijius paling tinggi. Semua komunitas dipimpin oleh imam-imam setempat.



Kerajaan Krimea beribukota di Bagcasaray. Di abad ke-18, ketika ditaklukkan oleh Rusia, terdapat setidaknya 18 Masjid di ibukota dan beberapa madrasah. Kekaisaran Rusia mulai memburu para penduduk Muslim saat itu dan hampir 160.000 etnis Tatar terpaksa pergi meninggalkan Krimea.



Untuk kaum Muslim yang masih tinggal di sana, terdapat konflik ideologi di antara mereka yang menganut bentuk konservatif agama dan mereka yang menganut ideologi Barat dan modern, yang sering disebut dengan kaum moderat.



Kini, kaum Muslim di Ukraina memiliki 391 komunitas, 151 Masjid, dan enam Masjid lagi yang sedang dalam pembangunan.



Menurut hasil survei terbaru, terdapat 0.3 juta Muslim di Ukraina, atau sekitar 0.65% dari total penduduk. Di Krimea, kaum Muslim membentuk 12% dari total penduduk. Setidaknya 30 komunitas Muslim Ukraina beroperasi tanpa registrasi resmi. Kelompok-kelompok lain termasuk Chechen atau imigran Kaukasia, dan beberapa orang Afghan. Bahasa mayoritas mereka adalah Tatar, Turki, dan bahasa Kaukasia seperti Chechen atau Avar. Namun semua komunitas berbicara dalam bahasa Rusia dan banyak juga yang menggunakan bahasa Ukraina. (rin/wb/wp) www.suaramedia.com