Posts tagged as:

itu

Komisaris HAM Eropa Tolak Larangan Burqa

by konspirasi on March 9, 2010





UNI EROPA (SuaraMedia News) – Thomas Hammarberg, Komisaris HAM Dewan Eropa, menulis bahwa dia menentang larangan terhadap burqa atau cadar.

Larangan itu tidak akan membebaskan kaum wanita yang tertindas, justru sebaliknya, malah akan meningkatkan pengasingan mereka dalam masyarakat Eropa. Larangan terhadap pakaian semacam itu akan menjadi sebuah invasi buruk terhadap privasi individu. Larangan itu juga akan menimbulkan pertanyaan serius mengenai apakah hukum semacam itu akan sesuai dengan Konvensi HAM Eropa.



Dua hak di dalam konvensi terutama relevan dalam kasus ini. Pertama adalah hak untuk mendapatkan rasa hormat terhadap kehidupan pribadi dan identitas personal seseorang (ayat 8). Yang kedua adalah kebebasan untuk memanifestasikan agama atau keyakinan seseorang dalam bentuk ibadah, pengajaran, praktik, dan pelaksanaan (ayat 9).



Kedua ayat itu menspesifikasi bahwa hak asasi manusia tersebut hanya dapat menjadi subyek pembatasan semacam itu seperti yang dianjurkan di dalam hukum dan dibutuhkan dalam masyarakat demokratis demi keselamatan publik, perlindungan tatanan publik, kesehatan atau moral, atau perlindungan hak dan kebebasan orang lain.






Mereka yang mendukung larangan terhadap burqa dan cadar belum berhasil menunjukkan bahwa pakaian dan kain itu merongrong demokrasi, keselamatan publik, tatanan atau moral. Fakta bahwa sejumlah kecil wanita yang mengenakan pakaian tersebut telah membuat usulan larangan menjadi semakin kurang meyakinkan.



Juga tidak terbukti bahwa para wanita itu secara umum lebih menjadi korban penindasan gender daripada orang lain. Mereka yang diwawancarai di media telah memperlihatkan keragaman argumen relijius, politis, dan personal untuk keputusan mereka memilih pakaian yang mereka kenakan. Mungkin akan ada kasus di mana mereka berada di bawah tekanan, namun itu bukan berarti sebuah larangan akan disambut baik oleh para wanita ini.



Tidak diragukan lagi, status kaum wanita adalah sebuah masalah akut di dalam sejumlah komunitas relijius. Hal ini perlu dibahas, namun melarang gejala-gejala seperti pakaian bukanlah solusinya, terutama karena itu tidak selalu merupakan refleksi keyakinan relijius, namun ekspresi aspek kebudayaan yang lebih luas.



Sebuah pendekatan serius memerlukan penilaian terhadap konsekuensi asli dari keputusan di area ini. Contohnya, usulan untuk melarang kehadiran wanita yang mengenakan burqa atau cadar di lembaga-lembaga publik seperti rumah sakit dan kantor pemerintah mungkin hanya akan membuat para wanita ini menghindari tempat-tempat itu sepenuhnya.



Fakta bahwa diskusi publik di sejumlah negara Eropa hampir selalu fokus pada apa yang dianggap sebagai busana Muslim adalah hal yang disayangkan dan menciptakan kesan penargetan satu agama tertentu. Beberapa dari argumennya bahkan jelas Islamofobik dan pasti tidak  akan dapat membangun jembatan atau mendorong dialog.(rin/ie) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Andai Gus Dur Menjadi Presiden Sebelum Sakit

by konspirasi on December 31, 2009

Sebuah catatan memoar yang ditulis oleh oleh Yahya Cholil Staqup, mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur. Cukup menggugah.

Ini kehilangan tak terperi. Tapi diam-diam aku merasakannya seperti formalitas saja. Ketuk palu atas sesuatu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kehilangan yang sesungguhnya telah terjadi dua belas tahun yang lalu, ketika suatu hari kamar mandi kantor PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), di Kramat Raya Jakarta, tak kunjung terbuka. Kamar mandi itu terkunci dari dalam dan Gus Dur ada di dalamnya. Orang-orang menggedor-gedor pintu, tak ada sahutan. Ketika akhirnya pintu itu dijebol, orang mendapati Gus Dur tergeletak bersimbah darah muntahannya sendiri. Itulah stroke-nya yang pertama dan paling dahsyat, yang sungguh-sungguh merenggut kedigdayaan fisiknya.

Sebelum malapetaka itu, Gus Dur adalah sosok “pendekar” yang nyaris tak terkalahkan. Pada waktu itu, tak ada yang tak sepakat bahwa beliau adalah salah satu tumpuan harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tapi ketika akhirnya memperoleh kesempatan menakhodai bangsa ini, keruntuhan fisik telah membelenggu beliau sedemikian rupa sehingga gelombang pertempuran yang terlampau berat pun menggerusnya. Aku tak pernah berhenti percaya bahwa seandainya yang menjadi presiden waktu itu adalah Gus Dur sebelum sakit, pastilah hari ini Indonesia sudah punya wajah yang berbeda, wajah yang lebih cerah dan lebih bersinar harapannya.

Aku telah menjadi pengagum berat Gus Dur dan mendaulat diriku sendiri sebagai murid beliau sejak aku masih remaja. Tapi memang Gus Dur telampau besar untukku, sehingga aku tak pernah mampu menangkap secuil pemahaman yang berarti dari ilmunya, kecuali senantiasa terlongong-longong takjub oleh gagasan-gagasan dan tindakan-tindakannya.

Ketika datang kesempatan bagiku untuk benar-benar mendekat secara fisik dengan tokoh idolaku, yaitu saat aku ditunjuk sebagai salah seorang juru bicara presiden, saat itulah pengalaman-pengalaman besar kualami. Bukan karena aku melompat dari santri kendil menjadi pejabat negara. Bukan sorot kamera para wartawan, bukan pula ta’dhim pegawai-pegawai negeri. Tapi inspirasi-inspirasi yang berebutan menjubeli kepala dan dadaku dari penglihatanku atas langkah-langkah presidenku.

Sungguh, langkah-langkah Presiden Gus Dur waktu itu mengingatkanku kembali pada kitab DBR (Di Bawah Bendera Revolusi) yang kukhatamkan sewaktu kelas satu SMP dulu. Mengingatkanku pada “Nawaksara”, mengingatkanku pada “Revolusi belum selesai!”

Orang-orang mengecam kegemarannya berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara yang dalam pandangan umum dianggap kurang relevan dengan kepentingan Indonesia. Namun aku justru melihat daftar negara-negara yang beliau kunjungi itu identik dengan daftar undangan Konferensi Asia-Afrika. Brasil mengekspor sekian ratus ribu ton kedelai ke Amerika setiap tahunnya, sedangkan kita mengimpor lebih separuh jumlah itu, dari Amerika pula. Maka presidenku datang ke Rio De Janeiro ingin membeli langsung kedelai dari sumbernya tanpa makelar Amerika.

Venezuela mengimpor seratus persen belanja rempah-rempahnya dari Rotterdam, sedangkan kita mengekspor seratus persen rempah-rempah ke sana. Maka presidenku menawari Hugo Chavez membeli rempah-rempah langsung dari kita. Gus Dur mengusulkan kepada Sultan Hasanal Bolkiah untuk membangun Islamic Financial Center di Brunei Darussalam, lalu melobi negara-negara Timur Tengah untuk mengalihkan duit mereka dari bank-bank di Singapura ke sana…

Barangkali pikiranku melompat serampangan. Tapi sungguh yang terbetik di benakku waktu itu adalah bahwa Gus Dur, presidenku, sedang menempuh jalan menuju cakrawala yang dicita-citakan pendahulunya, Pemimpin Besarku, Bung Karno. Yaitu mengejar kemerdekaan yang bukan hanya label, tapi kemerdekaan hakiki bagi manusia-manusia Indonesia. Yaitu bahwa masalah-masalah bangsa ini hanya bisa dituntaskan apabila berbagai ketidakadilan dalam tata dunia yang mapan pun dapat diatasi. Yaitu bahwa dalam perjuangan semesta itu harus tergalang kerjasama diantara bangsa-bangsa tertindas menghadapi bangsa-bangsa penindas.

Hanya saja, Gus Dur mengikhtiarkan perjuangan itu dengan caranya sendiri. Bukan dengan agitasi politik, bukan dengan machtsforming, tapi dengan langkah-langkah taktis yang substansial, cara-cara yang selama karir politiknya sendiri memang menjadi andalannya. Yang bagi banyak orang terlihat sebagai kontroversi, bagiku adalah cara cerdik beliau menyiasati pertarungan melawan kekuatan-kekuatan besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang terlampau berat untuk ditabrak secara langsung dan terang-terangan. Gus Dur terhadap Bung Karno, bagiku layaknya Deng Xiao Ping terhadap Mao Tse Tung.

Tapi pahlawanku bertempur di tengah sakit, seperti Panglima Besar Soedirman di hutan-hutan gerilyanya. Maka nasib Diponegoro pun dicicipinya pula…

Banyak orang belakangan bertanya-tanya, mengapa orang tua yang sakit-sakitan itu tak mau berhenti saja, beristirahat menghemat umurnya, ketimbang ngotot seolah terus-menerus mencari-cari posisi di tengah silang-sengkarut dunia yang kian semrawut saja. Saksikanlah, wahai bangsaku, inilah orang yang terlalu mencintaimu, sehingga tak tahan walau sedetik pun meninggalkanmu. Inilah orang yang begitu yakin dan determined akan cita-citanya, sehingga rasa sakit macam apa pun tak akan bisa menghentikannya. Selama napas masih hilir-mudik di paru-parunya, selama detak masih berdenyut di jantungnya, selama hayat masih dikandung badannya.

Kini Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyelimutkan kasih sayang paripurnanya untuk hambaNya yang mulia itu. Memperbolehkannya beristirahat dari dunia tempat ia mengais bekal akhiratnya. Semoga sesudah ini segera tercurah pula kasih sayang Allah untuk bangsa yang amat dicintainya ini, agar dapat beristirahat dari silang-sengkarut nestapa rakyatnya. Gus Durku, Bung Karnoku… Selamat jalan…(Kompas, Kamis, 31 Desember 2009 | 07:58 WIB)

{ 0 comments }

Lebanon Tembak Pesawat Tempur Isreal

by konspirasi on December 30, 2009

Tentara Lebanon, Selasa, menembak empat jet tempur Israel, Phantom, yang terbang rendah di wilayah udara Lebanon Selatan, kantor berita nasional Lebanon, NNA, melaporkan.

Laporan itu mengatakan Angkatan Darat Lebanon melepaskan tembakan anti-pesawat terbang terhadap jet-jet tempur tersebut yang sedang terbang di wilayah udara Hasbaya, Lebanon Selatan, Selasa pagi, memaksa jet-jet itu meninggalkan wilayah udara Lebanon.

Pesawat tempur Israel itu memasuki wilayah udara Lebanon lewat Arkoub, Hasbaya, dan Bekaa Barat di tengah meningkatnya aktivitas militer Israel di kawasan pertanian Shebaa, kata laporan itu.

Lebanon menuduh Israel melanggar wilayah udaranya, dan mengatakan perbuatan itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701, yang mengakhiri perang pada 2006 antara faksi bersenjata Hizbullah dan Israel.

Pelanggaran wilayah udara Lebanon itu juga bertentangan dengan mandat penjaga perdamaian untuk mengawasi gencatan senjata di sepanjang perbatasan Lebonon-Israel.

Bulan lalu Lebanon juga melepaskan tembakan terhadap pesawat tanpa awak Israel yang terbang memasuki wilayah udara Lebanon, dan memaksanya keluar dari wilayah negara itu.(antara)

{ 0 comments }

Saudi Himbau Waspadai Penipuan Via E-mail

by konspirasi on December 25, 2009

Interpol Arab Saudi menyerukan pengguna jaringan internet agar berhati-hati dengan e-mail berkedok penipuan yang datang dari luar kerajaan. Sejumlah warga Saudi yang memiliki account e-mail telah menjadi korban aktivitas phising (penipuan data di internet untuk menjebol informasi sangat pribadi seseorang) tersebut.

Interpol itu mengatakan, pesan-pesan yang masuk ke inbox, meminta pentransferan sejumlah uang tunai agar barang dapat dipaketkan ke korban. Para korban diminta mentransfer uang tunai secara keseluruhan terlebih dahulu. Para penipu berkilah melalui berbagai alasan untuk memuluskan pengiriman itu.

Keamanan cyber menuturkan, bahwa “Aksi itu juga dilakukan melalui komunikasi langsung via telpon untuk menyepakati jumlah uang yang hendak dibayarkan korban, melengkapi operasional pengiriman. Biasanya para penjahat cyber menyamar menggunakan nama-nama lembaga internasional, asosiasi kebajikan atau nama orang-orang terkenal untuk meraup kepercayaan dari para korban.”

Interpol menambahkan, saat uang telah ditransfer maka komunikasi pun langsung terputus sehingga sulit untuk dideteksi dan mengembalikan uang para korban.”

Milyaran Pesan Spam Masuk Setiap Hari

Pihak keamanan cyber mengungkapkan, jumlah pesan sampah yang dikirim mencapai 180 milyar pesan setiap hari. Jumlah itu setara dengan 90% dari total keseluruhan e-mail yang dikirimkan di seluruh dunia. Laporan itu menyebutkan bahwa pesan eletronik telah menjadi prasarana empuk guna menyebarkan aksi kejahatan dan virus, pastinya akan menghambat gerakan jaringan internet.

Laporan keamanan cyber yang diungkap dari perusahaan “Seiko” mengatakan, para penjahat jaringan internet itu akan terus bertekad melanjutkan metafora eletronik ilegal mereka agar dapat menyediakan satu set program canggih bagi perusahan-perusahan legal. Melalui itu mereka dapat menjalin mitra kerja dan aliansi dalam rangka meningkatan keuntungan dan pemasukan mereka.(sn/imo/op)

{ 0 comments }

Kiamat Tahun 2012 Dibantah Tetua Indian Maya

by konspirasi on November 15, 2009

Image

Apolinario Chile Pixtun bosan dihujani pertanyaan mengenai kalender Maya yang memperkirakan kiamat pada 21 Desember 2012. Menurut tetua Indian Maya itu, berita tersebut tidak benar. ”Saya kembali dari Inggris tahun lalu dan mereka membuat saya muak dengan hal itu.” Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2009 ini terlihat tetua Indian Maya asal Guatemala, Apolinario Chile ...

Image

{ 0 comments }

</