List/Grid

Tag Archives: Natal

Yaman Tidak Terima CIA Membunuh Al-Awlaki  di Negaranya

Yaman Tidak Terima CIA Membunuh Al-Awlaki di Negaranya

Pembunuhan seorang ulama Muslim yang diinginkan hidup atau mati oleh AS di atas tanah Yaman tidak akan bisa diterima, demikian kata perdana menteri Yaman pada hari Minggu (30/5). Dewan Keamanan… Read more »

Curiga Berlebihan, Muslim Penumpang Pesawat Diinterogasi

Curiga Berlebihan, Muslim Penumpang Pesawat Diinterogasi







DETROIT (SuaraMedia News) – Beberapa orang penumpang Muslim dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan dari kru maskapai penerbangan. Hal tersebut menyebabkan penerbangan ditunda, kepolisian menangkap keempat pria tersebut.

Pada saat penerbangan Northwest Airlines 243 dari Amsterdam menuju Detroit – rute yang persis sama dengan pesawat yang dinaiki oleh pemuda Nigeria yang dituding berusaha meledakkan pesawat pada hari Natal lalu – mulai mendarat di Detroit, empat orang penumpang Muslim dianggap telah melakukan “tindakan mengkhawatirkan” yang membuat resah para penumpang lain.



Disebutkan bahwa ada salah satu pria yang menarik selimut di atas kepalanya ketika pesawat mendarat pada pukul 1.05 siang waktu setempat. Hal tersebut menarik perhatian polisi.



Dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada ABC News, Otoritas Keamanan Transportasi mengatakan bahwa pihaknya diberitahu mengenai keberadaan “penumpang mencurigakan” dalam penerbangan tersebut. Pihak berwenang, termasuk agen-agen dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Federal Air Marshal, dan FBI, mengawasi pesawat tersebut dan menahannya di gate bandara selama 15 menit.






Para petugas bea cukai menginterogasi keempat penumpang Muslim tersebut kemudian melepaskan mereka. Para penumpang lain mengidentifikasi keempat pria tersebut sebagai pria keturunan Timur Tengah berusia rata-rata 20 tahun.



Tidak ada penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan kejadian tersebut. Aparat penegak hukum tidak memberikan informasi mengenai penumpang tersebut atau tindakan yang mereka lakukan sehingga harus diinterogasi.



Juru bicara Delta, Susan Elliott, mengatakan: “Empat orang penumpang tersebut tidak mematuhi instruksi awak pesawat. Karena curiga, awak pesawat meminta pihak berwajib untuk memeriksa pesawat pada saat mendarat.” Northwest Airlines adalah anak perusahaan dari Delta.



“Jika “ancaman” tersebut serius, maka pihak berwenang tidak akan memperbolehkan pesawat tersebut untuk memasuki terminal bandara.”



Kejadian tersebut merupakan peristiwa kepanikan terbaru di pesawat yang sampai melibatkan aparat kepolisian, namun pada akhirnya “ancaman” yang dikhawatirkan tidak pernah terjadi.



Pekan lalu, petugas keamanan udara Oregon mengirimkan dua buah jet tempur F-15 setelah ada seorang penumpang Hawaiian Airlines yang menuju Maui menolak melepaskan tas tangannya dan dianggap “mencurigakan”.



Keoni Wagner, wakil presiden humas maskapai tersebut, menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah insiden “tingkat rendah” yan melibatkan seorang penumpang yang mengganggu. Aparat bandara mengatakan bahwa pesawat tersebut mengisi bahan bakar dan kembali terbang menuju Hawaii. Ada 231 orang penumpang di atas pesawat tersebut.



Seorang penumpang, pria 56 tahun dari Salem, Oregon, akhirnya dilepaskan tanpa tuduhan setelah diinterogasi FBI.



Satu hari setelah Natal, keresahan melanda penerbangan dari Amsterdam menuju Detroit. Hal tersebut terjadi setelah seorang penumpang, yang keracunan makanan, berada terlalu lama di dalam toilet pesawat.



Pekan lalu, bandara Bakersfield, California, ditutup selama beberapa jam setelah sebuah tas menyebabkan alarm keamanan menyala. Awalnya, sebuah cairan “mencurigakan” dinyatakan positif sebagai bahan peledak, namun belakangan diketahui bahwa cairan “mencurigakan” tersebut hanya madu. (dn/ab) www.suaramedia.com




Paket Khusus Dari Muslim Untuk Kristen Pakistan

Paket Khusus Dari Muslim Untuk Kristen Pakistan

PESHAWAR (SuaraMedia News) – Peter Masih, seorang pemuda petugas kebersihan, adalah salah satu dari hampir 200 umat Kristen kurang mampu yang mendapatkan paket khusus dari sebuah yayasan amal Islam untuk membantu mereka merayakan Natal.

“Ini adalah sikap yang luar biasa dari saudara-saudara Muslim kami, yang tidak hanya membantu kami merayakan festival keagamaan kami, tapi juga membuat kami merasa diperhatikan,” ujar Masih kepada IslamOnline.net.

“Ayah saya tidak punya uang untuk membelikan kami baju dan sepatu baru di hari Natal.”

Masih telah menerima sepotong baju dan sepasang sepatu baru serta beberapa bahan makanan dari Yayasan Al-Khidmat, organisasi non-pemerintah terbesar di Pakistan dan bagian kesejahteraan dari Jammat-e-Islami, partai Islam terbesar di Pakistan.

“Tidak hanya saya, ayah, ibu, dan dua saudara perempuan saya juga mendapatkan paket Natal.”

“Kami pasti akan dapat bersenang-senang di hari Natal,” ujarnya gembira.

Al-Khidmat mengadakan sebuah acara di Peshawar untuk mendistribusikan paket-paket Natal ke 200 umat Kristen kurang mampu.

Paket Natal serupa juga telah didistribusikan oleh Yayasan Falah-e-Insaniat, sayap amal dari Jammat-ul-Da’wah (JD) dan yayasan amal Islam lainnya.

Natal adalah hari libur tahunan yang dirayakan oleh umat Kristen di seluruh dunia untuk memperingati hari lahir Yesus (Nabi Isa) dan mencapai puncaknya pada tanggal 24 Desember pukul 12 tengah malam setiap tahun.

Umat Kristen membentuk 3% dari total populasi Pakistan yang berjumlah 170 juta jiwa, dengan mayoritas dari mereka bertempat tinggal di Punjab, provinsi paling kaya dan padat penduduk di negara tersebut.

Tidak seperti umat Hindu, minoritas terbesar kedua namun paling berpengaruh, mayoritas Kristen berada di kelas menengah ke bawah. Mereka bekerja di panti jompo, sektor pendidikan dan kebersihan.

Umat Kristen memiliki perwakilan yang cukup di dalam senat dan majelis provinsi serta nasional.

Sejumlah menteri Kristen juga terdapat di tingkat negara bagian dan federal.

Pimpinan Jammat-e-Islami Karachi, Mohammad Hussein Mahanti, menambahkan bahwa pembagian kue-kue dan paket khusus Natal telah dilakukan selama sepuluh tahun terakhir.

“Kami merasa berkewajiban membantu saudara-saudara Kristen kami untuk merayakan festival keagamaan mereka,” ujarnya.

“Kami ingin membuat mereka merasa bahwa mereka adalah warga negara Pakistan dengan kedudukan yang setara dan mayoritas Muslim akan selalu ada untuk mereka kapan pun dibutuhkan.”

Rofin, penerima paket Natal lainnya, tergerak dengan niat baik kaum Muslim itu.

“Ini bukan tentang sepatu atau baju baru yang diberikan, tapi semangat di balik perbuatan ini yang membuat kami merasa senang,” ujarnya.

Rofin, seorang pekerja kebersihan, berencana mengundang tetangga-tetangga Muslimnya ke pesta Natal di rumahnya.

“Saya adalah orang miskin dan tidak dapat berbuat banyak untuk mereka, namun saya yakin mereka akan merasa senang untuk mengunjungi rumah saya.”

Rofin menyesali media internasional yang tidak meliput perbuatan baik semacam itu.

“Sangat disayangkan bahwa media internasional sering memproyeksikan citra buruk organisasi Islam, namun untuk kegiatan semacam ini, mereka tidak peduli.”

Ia membantah kesan bahwa komunitas Kristen Pakistan merasa terancam oleh mayoritas Muslim.

“Saya akui adanya insiden kekerasan terhadap umat Kristen, namun itu juga terjadi di Eropa dan Amerika,” ujar Rofin.

“Namun, secara keseluruhan, kami merasa nyaman dan terlindungi di sini karena jika beberapa Muslim menyerang kami, akan ada lebih banyak Muslim yang melindungi kami.” (rin/io) www.suaramedia.com


Yusuf Qardhawi: Untuk Apa Nobel Perdamaian Itu, Mr. Obama?

Yusuf Qardhawi: Untuk Apa Nobel Perdamaian Itu, Mr. Obama?


Selain menyampaikan agar umat Islam jangan sampai terlibat dalam segala hal yang berhubungan dengan Natal, pada kesempatan yang sama, di stasiun televisi Qatar, Dr. Yusuf Qardhawi, juga menyampaikan satu dua kata kepada presiden AS, Barack Obama. Berikut petikannya:

“Ada masalah lain yang ingin saya bicarakan secara singkat. Obama menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak tahu mengapa mereka memberinya hadiah ini.

Apa yang membuat Mr Obama layak mendapatkan hadiah? Tidak ada perdamaian di Irak. Tidak pula Afghanistan. Tidak di Somalia. Tidak ada perdamaian di negara manapun. Dia tidak bahkan berhasil memaksa Israel untuk menghentikan aktivitas pemukiman.

Obama menarik beberapa prajurit dari Irak, hanya untuk mengirim mereka ke Afghanistan –dari satu perang ke perang yang lain, dari satu pertumpahan darah yang lain.

Darah terus ditumpahkan di Irak dan di Afghanistan, dan saya harus menambahkan Pakistan, Yaman, Sudan, dan seterusnya. Dunia ini mendidih dengan perang, jadi untuk apa Mr Obama mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian?” (sa/islamicawakening)

Pesan Natal Ala Gereja Gainesville Florida

Pesan Natal Ala Gereja Gainesville Florida

Gereja kontroversial di Amerika kembali melancarkan serangan terhadap agama Islam dan menyebut Islam sebagai “agama setan,” dengan menghiasi dinding selama perayaan Natal dengan slogan-slogan yang menghina Islam. Seolah-olah gereja mencoba untuk mengirim pesan anti-Islam kepada para pengikut mereka dengan segala cara dan Tuhan melakukan sisanya. “

Gereja yang berada di kota Gainesville, Florida, mendekorasi pohon-pohon, gedung-gedung dan rumah-rumah di Gainesville dengan cahaya terang dalam persiapan untuk merayakan hari Natal, termasuk menampilkan hiasan lampu dengan kata-kata “Islam is of The Evil” (Islam adalah setan) yang ditulis di antara gemerlap lampu-lampu di taman gereja, menurut kantor berita Amerika hari Kamis kemarin (24/12)

Gereja juga menyiarkan rekaman video yang dibuat oleh pelopor ucapan selamat anti-Islam tersebut, dalam rekaman video itu ditampilkan kartu natal yang berkata: “Selamat Natal disampaikan oleh International Center Networking Church, di mana Kristus adalah Raja dan Islam berasal dari setan.”

Tampilan kata-kata “Islam is of The Evil” dalam sebuah snapshot memakan waktu sekitar 35 detik, relatif lama dibandingkan dengan durasi video yang tidak melebihi 38 detik.

Menurut review dari video, kata-kata yang menghina Islam yang ditampilkan di video tersebut ditransmisikan dengan irama musik yang terkenal untuk lagu “We wish you Merry Christmas and Happy New Year.”

Dikatakan dalam sebuah pernyataan pada situs web gereja, mereka mencoba menyampaikan pesan menghina Islam dengan segala cara yang memungkinkan, dan Tuhan akan melakukan sisanya.

Dari informasi yang gereja sampaikan, gereja mereka “menyediakan tempat penampungan dan memberikan makanan bagi orang yang mau meninggalkan Islam alias murtad.”

Sebelumnya gereja di Gainesville Florida ini telah “terkenal” pada bulan Mei lalu dengan papan pengumuman yang mereka pasang di depan gereja dengan kalimat “Islam is of The Evil”, sehingga memicu kecaman dan protes tidak hanya dari umat Islam, bahkan umat Kristen sendiri dan umat Yahudi – mereka menuduh gereja tersebut gereja rasis dan mengkampanyekan kebencian.

Bahkan Terry Jones yang merupakan pimpinan gereja pada bulan Agustus lalu, telah meminta anak perempuannya untuk mengenakan kaos yang bertuliskan sama dengan papan pengumuman yang dipasang di depan gerejanya dengan kalimat “Islam is of The Evil”, namun anaknya dilarang untuk masuk sekolah dengan menggunakan kaos rasis dan anti-Islam itu.(fq/iol)

Natal tanpa Salju (Renungan)

Natal tanpa Salju (Renungan)

Perayaan Natal setiap tahun mengunjungi kalender kita, bangsa Indonesia. Setiap orang senang, baik karena ia hari besar bagi orang Kristen maupun hari libur tanggal merah bagi non Kristen.

Muhammad, Yesus dan para nabi telah membawa ajaran cinta, cinta Allah dan cinta tetangga serta bahkan cinta terhadap makhluk-makhluk-Nya yang terkecil sekalipun. Dalam teks-teks non Kristen, diriwayatkan Yesus memberikan beberapa makanan kepada makhluk-makhluk di laut. Namun cinta ini tidak berbenturan dengan sentimentalisme yang mencegah pelaksanaan hukum ilahi ketika sikap munafik kaum Yahudi. (Cf.Matt. 23:25).

Dalam al-Qur’an, terdapat sebuah ayat yang menggambarkan penghormatan yang begitu tinggi kepada Maryam al-Adzra’ (Perawan Suci Bunda Maria), dan menganugerahi Yesus gelar Kalimat Allah: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memberikan kepadamu kabar gembira tentang sebuah Kalimat dari-Nya, namanya al-Masih putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan salah seorang yuang didekatkan (kepada Allah).” (3:45).

Tentu saja penafsiran mengenai logos dalam teologi Kristen berbeda dengan penafsiran kalimah oleh ulama Islam. Bagi umat Muslim Kalimah adalah makhluk, bahkan ia merupakan prinsip kreatif, karena ia berada dalam ucapan Allah dari kata “Jadi!” maka jadilah ia. Al-Qur’an menyebut Kristus sebagai Kalimat Allah tidak untuk mendewakannya atau menganggapnya bersifat ketuhanan (divine), tetapi untuk menegaskan statusnya sebagai nabi. Karena kenabiannya, Yesus menjadi ‘firman Tuhan’ karena ruhnya dibersihkan sedemikian rupa sehingga menjadi cermin untuk mengenal Tuhan.

Al-Qur’an juga menyebutnya sebagai ‘Ruh Allah’; “Sesungguhnya Al-Masih Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya dan Ruh-Nya.” (QS. 4:171). Kata ‘Ruh dari-Nya’ memberikan signifikansi pengertian universal, bahwa poros moral Kristen dan Islam itu sama. Dalam wilayah teologi ini, umat Kristen telah memperdebatkan pentingnya sejarah Yesus yang bertentangan dengan gambar Yesus yang terdapat dalam tradisi-tradisi Gereja-gereja Kristen dan pandangan Injil mengenai Yesus.

Menurut Prof. Legenhousen dalam pengantar The Gospel of Ali, para penulis Kristen cenderung menitikberatkan teologinya pada fungsi Yesus sebagai juru selamat, yang tampaknya tidak memiliki tempat di dalam Islam. Umat Islam menerima Yesus sebagai juru selamat, bukan karena ke-Yesus-an-nya namun karena fungsi kenabian sebagai penyelamat manusia dari malapetaka dosa melalui pewartaan pesan petunjuk Allah, bukan melalui melalui penebusan dan penyaliban.

Di lain pihak, para kristolog muslim cenderung menghasilkan karya-karya polemik mereka sendiri-sendiri dengan menunjukkan berapa banyakkah di dalam Injil yang bersesuaian dengan pandangan Islam mengenai Kristus sebagai seorang nabi ketimbang sebagai seorang pribadi ber-Trinitas, sebagaimana Was Yesus Crucified? karya Ahmed Deedad (1992). Inilah dealock yang dapat memperuncing kecurigaan selama bertahun-tahun.

Karena itulah diperlukan sebuah terobosan baru untuk menghindari kebuntuan ini. Mungkin salah satu cara terbaik umat Kristen untuk dapat berdialog dengan umat Islam adalah ‘mengintip’ teks-teks Islam tentang potret, terutama al-Qur’an dan hadis.

Wawasan yang mendalam lagi mengenai berbagai perbedaan antara Islam dan agama lainnya, termasuk Kristen, dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan Frithjof Schuon, Syekh ‘Isa Nur al-Din Ahmad, yang menghadirkan permulaan Kristolgi sejati perspektif Sufi dalam Islam and the Perennial Philosophy (1985). Juga dalam The Muslim Jesus: Sayings and Stories in Islamic Literature, Tarif Khalidi (2003) telah mengumpulkan referensi-referensi Islam tentang Yesus dari abad kedelapan sampai delapan belas, termasuk karya-karya mistik, teks-teks historis tentang para nabi dan orang-orang suci (wali) dan berbagai seleksi dari hadis dan al-Qur’an. Tulisan-tulisan ini membentuk suatu pola besar mengenai teks-teks yang berhubungan dengan Yesus dalam literatur non-Kristen. (Kristologi islamiah). Semoga saja pola baru ini tidak dianggap oleh sebagian ekstrimis sebagai intervensi terhadap teologi Kristen.

Dengan paradigma ini, mungkin perayaan Natal bisa dipandang secara lebih universal, bukan hanya hariraya kelahiran Yesus dari perspektif teologi Kristen dengan ragam mazhabnya yang kadang saling menafikan, namun sebagai hari kelahiran Yesus dalam persepktif teologi Islam. Tentu, ini tidak bisa dianggap sebagai ajakan kepada umat Kristen untuk memperingati kelahiran Muhammad saw. Penghargaan mutual ini, meski bisa memperkuat kerukunan, sulit terwujud.

Memperingati kelahiran Yesus tentu tidak harus meniru gaya orang Eropa dengan suasana musim dingin lengkap dengan cemara yang bertabur salju. Bukankah Yesus lahir di Yerusalem yang secara geografis memang tidak penah kejatuhan salju. Jadi, peringatannya bisa disesuaikan dengan kultur dan karakter keindonesiaan.

Natal kali ini berdekatan dengan 10 Muharam, yang dikenang oleh umat Islam sebagai hari pengorbanan Al-Husain bin Ali bin Abithalib. Kepada yang memperingati kelahiran Isa putra Maryam, kita ucapkan selamat memperingati, dan kepada yang memperingati syahadah Al-Husain, kita ucapkan belasungkawa.