List/Grid

Tag Archives: Oslo

Tragedi Perang Libanon Dihapus Dari Buku Sejarah Israel

Tragedi Perang Libanon Dihapus Dari Buku Sejarah Israel

TEL AVIV – Perang Libanon pertama dan Persetujuan Oslo tidak disebutkan dalam buku teks sejarah Israel, harian Israel Haaretz melaporkan, sementara peristiwa yang lebih baru, seperti penandatanganan perjanjian damai dengan… Read more »

Israel Tuduh Hamas Beli Tanah Di Yerusalem

Israel Tuduh Hamas Beli Tanah Di Yerusalem

Hamas membeli tanah di Yerusalem untuk memperoleh kekuasaan di Kota Suci yang menjadi rebutan itu, Agence France-Presse mengutip kepala agen keamanan Israel Shin Bet pada hari Rabu (16/6). “Hamas beroperasi… Read more »

Lindungi Polisi Israel, Yahudi Terobos Makam Nabi Yusuf

Lindungi Polisi Israel, Yahudi Terobos Makam Nabi Yusuf

NABLUS – Ratusan pemukim Israel menerobos masuk ke dalam makam Nabi Yusuf di timur Nablus dan melakukan ritual relijius hingga fajar hari Senin untuk melindungi polisi pendudukan Israel. Saksi mata… Read more »

Boikot dan Ketidakbecusan Otoritas Palestina Lindungi Perekonomian Rakyatnya

Boikot dan Ketidakbecusan Otoritas Palestina Lindungi Perekonomian Rakyatnya

Otoritas Palestina yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas belakangan gencar menyerukan aksi boikot barang-barang Israel yang diproduksi di wilayah pemukiman Yahudi ilegal sebagai bentuk protes atas… Read more »

Stasiun TV Israel Sengaja Tampilkan ‘Gesekan’ Abbas – Fayyad

Stasiun TV Israel Sengaja Tampilkan ‘Gesekan’ Abbas – Fayyad

BETHLEHEM – Channel 2 Israel menyiarkan wawancara eksklusif dengan Presiden Mahmoud Abbas pada Senin malam, di mana Presiden Palestina mengumumkan bahwa ia tidak mendukung deklarasi sepihak negara Palestina. Komentar tersebut… Read more »

Sebuah Bentuk “Pendudukan”

Sebuah Bentuk “Pendudukan”

MARIA HARTININGSIH Pembangunan permukiman Yahudi yang terus merangsek ke wilayah Palestina adalah ancaman bagi upaya perundingan damai Palestina-Israel guna mencapai solusi dua negara. Bagi Otoritas Palestina, pembangunan permukiman adalah bentuk… Read more »

Partai Norwegia Desak Muslim Kenakan Simbol Bintang David

Partai Norwegia Desak Muslim Kenakan Simbol Bintang David





OSLO (SuaraMedia News) – Kepala Partai FRP (Partai Progresif Norwegia) di Oslo, Tybring-Gjedde, seorang Kristen, menyerukan kepada para siswa Muslim di negara tersebut agar mengenakan Bintang David yang identik dengan kaum Yahudi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperingati pemusnahan masal kaum Yahudi dalam tragedy Holocaust.

“Langkah ini akan menjadi langkah yang bagus untuk menunjukkan rasa solidaritas mereka (umat Muslim) atas penderitaan yang dirasakan kaum Yahudi,” kata Tybring-Gjedde kepada kantor berita VG.



Dia berpikir bahwa sekolah-sekolah di Norwegia seharusnya memperkenalkan sebuah hari dalam setahun, dimana para siswa diberi pelajaran mengenai sejarah Yahudi dan tragedi Holocaust.



“Untuk menunjukkan tekad masyarakat atas janji mereka dalam memerangi kekerasan terhadap anak-anak Yahudi, masyarakat harus mengenakan sebuah simbol yang mewakili tekad tersebut. Dan saya kira dalam kasus ini, simbol Bintang David merupakan simbol yang paling tepat,” ujar Tybring-Gjedde.



Dia menekankan dia takkan memaksa siapapun untuk mengenakan lambang tersebut.






Namun usul ketua FRP tersebut nampaknya tidak dapat dipahami dengan baik oleh Dewan Islam.



“Usul untuk mengenakan lambang Bintang David sebagai tanda solidaritas dapat dipertimbangkan ketika dia (Tybring-Gjedde) juga mengajukan usul serupa dengan jilbab,” jelas Sekjen Shoaib Sultan.



Ketua Masyarakat-Beragama Mosaic, Anne Sender, menyuarakan pernyataan yang mendukung mengenai ide satu hari dimana para siswa akan belajar mengenai sejarah Yahudi dan Holocaust, namun nampaknya lebih skeptis atas ide pemakaian simbol Bintang David.



“Dengan mengenakan lambang Bintang David, saya rasa para siswa tidak akan mempelajari apapun,” kata Sender.



Partai FRP mempunyai sejarah panjang terkait umat Muslim di negara tersebut.



Tahun lalu, pemimpin partai ini sebelumnya, Siv Jensen, dengan keras menentang pemerintah dan apa yang disebutnya sebagai “penyusupan Islamisasi” di Norwegia, hal tersebut disampaikan selama sebuah pertemuan nasional partai.



“Kenyataan yang ada saat ini menunjukkan bahwa masyarakat tengah berada dalam proses mengikuti bentuk penyusupan-Islamisasi dalam masyarakat dan adalah tugas kita untuk menghentikannya,” ujar Jensen dalam pidatonya.



Dan mengenai perdebatan atas jilbab, Jensen berpendapat bahwa hal itu merupakan salah satu perlakuan ‘istimewa’ pemerintah kepada kelompok-kelompok minoritas.



“Ketika kita mengikuti permintaan mereka atas daging halal di penjara, ketika kita mengizinkan para siswa wanita tidak melakukan olahraga bersama siswa pria Norwegia lainnya, ini adalah contoh-contoh perlakuan istimewa yang saya kira akan mengurangi kemampuan berbaur dengan masyarakat Norwegia dan masih akan menjadi tantangan yang besar dalam beberapa dekade ke depan,” katanya kepada kantor berita TV2



Jensen berpendapat bahwa para tahanan seharusnya puas dengan apa yang telah mereka dapatkan untuk makan sehari-hari.



“Dan kami tidak akan menyetujui permintaan atas hari libur keagamaan,” imbuhnya, sembari menambahkan bahwa mereka juga akan menolak pemisahan gender dalam kelas olah raga dan berenang di sekolah-sekolah. (al/ie) www.suaramedia.com


Sang Pembakar Jilbab Hujat Buku Anti-Yahudi Saudi

Sang Pembakar Jilbab Hujat Buku Anti-Yahudi Saudi





OSLO (SuaraMedia News) – Sara Azmeh Rasmussen, wanita keturunan Syiria-Norwegia, merasa geram terhadap sebuah buku berbahasa Arab yang ia sebut disubsidi oleh Arab Saudi. Menurut terjemahan Rasmussen, buku itu berjudul “Penyerang Yahudi – dan negara mereka Israel”. Ia mengatakan isinya seburuk anti-semitisme Hitler.

Kisah lama tentang konspirasi dunia Yahudi didistribusikan. Rasmussen menemukan sebuah bagian di mana kaum Yahudi disebut berbahaya, curang, serakah dan licik, dan kebencian terhadap kaum Yahudi dijelaskan melalui karakteristik itu bersama dengan ayat-ayat Al Qur’an dan penjelasan relijius yang ditulis oleh seorang cendekiawan.



Dewan Islam berada di gedung yang sama dengan Masjid dan toko buku. Sekretaris Jenderal Shuaib Sultan membantah tanggung jawab apa pun atas toko buku dan Masjid tersebut. Namun Rasmussen berpendapat bahwa Dewan Islam tidak dapat menutup mata begitu saja terhadap literatur yang dilewati oleh orang-orang yang akan menuju ke kantor dewan. Buku itu masih dijual dengan harga 55 kroner.






Azmeh Rasmussen tiba dari Syiria pada tahun 1995. Ia tidak mau membicarakan sejarahnya sendiri dengan anti-semitisme. Namun ia mengatakan bahwa ia merasa malu dan menganggapnya sangat serius hingga ia ingin benar-benar mengatasinya.



Selama beberapa tahun ia berencana untuk menulis tesis master tentang bagaimana kaum Yahudi digambarkan di buku-buku sekolah di Syiria dan Mesir. Untuk alasan pribadi, ia harus mengesampingkan rencana itu. Beberapa tahun terakhir ini ia berusaha menulis sebuah kolom tentang subyek itu. Namun sayangnya, ia tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pekerjaan menyeluruh yang diperlukan.



Ia mengatakan bahwa selain itu terdapat penghalang emosional, karena akan membangkitkan sejarah yang tidak ia banggakan.



Kebencian terhadap Yahudi sangat kuat di Syiria, dan tugas-tugas sekolah serta kuliah membangun sebuah kesan bermusuhan dengan Yahudi. Ia mengatakan bahwa sistem pendidikan dan media adalah dua sumber paling penting bagi kebencian terhadap Yahudi di Timur Tengah.



Ia mengatakan bahwa kaum Yahudi digambarkan sebagai bangsa yang suka berperang. Mereka tidak dilihat per individu. Al Jazeera dan media lainnya tidak terlihat jelas anti-Yahudi, tapi mereka hanya memperlihatkan Yahudi sebagai penakluk militer. Mereka tidak memperlihatkan wajah Yahudi yang lain. Ia mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, mereka tidak pernah mewawancarai, misalnya, seorang penulis Yahudi tentang sebuah buku.



Ketika Rasmussen datang ke Norwegia, itu adalah pertama kalinya ia melihat seorang Yahudi biasa di sebuah kelas pendidikan dewasa di Oslo. Ia mengatakan bahwa pengalamannya itu mengejutkannya. Orang Yahudi itu adalah pria yang baik dan menyenangkan, dan Rasmussen harus memikirkan kembali seluruh sudut pandangnya terhadap dunia.



Sekarang ia meyakini bahwa semua Muslim harus tanpa ragu menolak pelecehan dan kebencian yang dialami anak-anak Yahudi dari anak-anak Muslim. Rasmussen mengatakan bahwa ini juga demi kaum Muslim.



Sara Azmeh Rasmussen membakar jilbabnya di Hari Wanita tahun lalu. Ia melihat dirinya sebagai seorang Muslim kultural, meskipun ia telah kehilangan keyakinannya.



Ia mengatakan tidak mau memperpanas suasana melawan kaum Muslim. “Poin saya adalah jika kita tidak saling menghormati, itu akan melemahkan kredibilitas kita ketika kita kaum Muslim meminta untuk dihormati sebagai minoritas. Kebencian terhadap kaum Yahudi juga menghambat kita untuk berkembang ke arah humanistik dan demokratis.”



Pada Senin malam waktu setempat, Sekretaris Jenderal Sultan mengecam kebencian yang dihadapi oleh para pelajar Yahudi. Azmeh Rasmussen mencari bahasa penyampaian yang lebih jelas.



Ia mengatakan bahwa ia tidak meragukan kesungguhan Sultan dalam ucapannya, namun tidak menghendaki adanya “tetapi”. Sultan menentang kebijakan Israel. Ia juga mengkritik kebijakan Israel, tapi kebijakan Israel tidak ada hubungannya dengan pelecehan dan kebencian terhadap anak-anak Yahudi. Mereka adalah generasi muda yang dapat terluka seumur hidup akibat penargetan itu, dan ia kecewa bahwa Sultan tidak memperjelas hal tersebut.



Laporan para guru mengenai kebencian terhadap Yahudi di kelas-kelas dan buku anti-semitik muncul setelah cendekiawan Muslim Yusuf al Qardawi tahun lalu memuji Holocaust dan berterima kasih pada Hitler karena telah menghukum kaum Yahudi.



Rasmussen mengatakan bahwa ia mendengarnya dalam bahasa Arab, dan tidak ada keraguan akan apa yang dikatakan Qardawi. (rin/ie) www.suaramedia.com


Ratusan Orang Norwegia Masuk Islam Pada 2009

Ratusan Orang Norwegia Masuk Islam Pada 2009

OSLO (SuaraMedia News) – Lebih dari 100 penduduk Norwegia menyatakan diri sebagai Muslim selama tahun 2009. Fakta tersebut juga ditemui gereja Katolik seiring meningkatnya jumlah orang yang mulai mencari agama baru.

Yusuf Estes, seorang pembicara Muslim asal AS pada Juni lalu melakukan kunjungan ke Norwegia. Setelah pidatonya di Oslo University College, lima mahasiswa menyatakan diri sebagai Islam.

Mereka membaca dua kalimat syahadat di hadapan ratusan teman-temannya.

Meski belum ada data statistik mengenai jumlah pasti orang Norwegia yang masuk Islam, namun TV2 menerima data dari berbagai Masjid, Pusat Islami, dan organisasi Muslim dari seluruh negara.

Tahun ini saja, lebih dari 100 orang yang menjadi Muslim.

Sebagian besar pengikraran diri sebagai Muslim dilakukan di Islamic Center of Grønland, Oslo. Maulana Mehboob ur-Rehman merupakan Imam yang telah mengIslamkan 14 orang.

“Siapapun yang hendak menjadi memeluk Islam harus melafalkan dua kalimat syahadat, mengakui Allah sebagai Tuhan mereka dan Nabi Muhammad sebagai Rasulnya. Inilah yang mereka butuhkan untuk menjadi seorang Muslim. Paktek-praktek keagamaan seperti sholat dan bacaannya dapat dipelajari setelahnya,” sang imam memberi tahun TV2.

Fahad Qureshi adalah kepala organisasi Islamnet. Mereka lah yang merencanakan pidato di Oslo University College ketika lima mahasiswanya mengikrarkan diri sebagai Muslim.

Saat ini Qureshi secara rutin memberikan materi pengetahun tentang Islam di jalan Karl Johan.

“Kami tidak berada disini untuk mengIslamkan maupun menyusupkan Islam. Kami hanya berusaha menyampaikan informasi mengenai Islam dengan memberitahukan yang sebenarnya. Di Karl Johan, banyak orang yang menghampiri kami. Beberapa dari mereka sangat tidak bersahabat dan mengatakan bahwa usaha kami sia-sia belaka. Namun sebagian lainnya mencari informasi dan berharap dapat mengetahui Islam lebih dalam. Dan kami menyediakan informasi secara gratis, baik berupa selebaran maupun DVD,” kata Qureshi.

Pada akhir Maret Qureshi menyelenggarakan konferensi damai Islami Skandinavia pertama di Oslo.

“Ide dari konferensi itu adalah membangun jembatan antara Islam dengan agama lainnya. Dan kepada masyarakat yang tidak mempercayai, kami mencoba memaparkan tentang Islam apa adanya dan secara terbuka, bukan sebagai agama yang digambarkan di media-media barat. Tujuan utamanya adalah untuk menjernihkan kesalahpahaman mengenai gama yang damai ini.”

Diperkirakan 150.000 penduduk Norwegia dari 5 juta penduduk adalah Muslim. Islam menjadi agama terbesar kedua di Norwegia.

Kendati Norwegia termasuk negara teraman di dunia menurut the World Peace Index di tahun 2007, negara itu masih dirasa kurang dalam berjuang menyatukan agama-agama minoritas.

Di beberapa daerah, tradisi Islam berbenturan dengan gaya hidup non religius yang dianut sebagian besar orang Skandinavia. (al/ie/sm) www.suaramedia.com


Lelucon Botol Surat Kabar Norwegia Lecehkan Muslim

Lelucon Botol Surat Kabar Norwegia Lecehkan Muslim


Di dunia Barat, surat kabar seringkali dijadikan medan untuk melakukan pelecehan terhadap Islam. (SuaraMedia News)OSLO (SuaraMedia News) – Ombudsman untuk Kesetaraan dan Diskriminasi percaya sebuah lelucon yang diterbitkan oleh Verdens Gang (VG), sebuah surat kabar populer di Norwegia sangat bodoh dan tidak menghormati Muslim.

Ketika Ingeborg Grimsmo akan membaca “today’s soft point” dalam surat kabar Minggu VG. Reader Vitsen menggambarkan Muslim sebagai kurang cerdas, dengan memuat lelucon: “Apa kesamaan antara botol minuman ringan dan seorang Muslim? Jawaban: Kedua-duanya kosong dari bagian leher ke atas.”


“Ini sangat kejam untuk menyajikan pernyataan seperti itu dalam bentuk humor. Saya tidak mengerti siapa yang akan bisa berpikir bahwa ini lucu. VG sangat tidak menghormati dengan menulis sesuatu seperti itu,” kata manajer komunikasi untuk Grimsmo.

Manajer Editorial VG, Jan-Erik Laura, mengatakan itu adalah kesalahan bahwa lelucon itu akhirnya diterbitkan.

“VG menyesal bahwa lelucon ada di edaran mereka. Hal tersebut lolos dari kontrol kami.”

Dia menjelaskan bahwa ada pembaca yang mengirimkan lelucon, dan bahwa editor sedang mempertimbangkan apa yang sesuai dengan kriteria jurnalistik.

Kepala Bernt Olufsen menulis di pesan berikut di situs twitter:

“Melihat dengan serius pada edisi suratkabar VG kali ini dan lelucon  yang menghina pada halaman terakhir. Ini adalah jelas kegagalan prosedur pengendalian.news_1 Maaf untuk hal seperti ini di pagi hari.”

Tetapi Ismail Salad Elmi, Muslim dan perwakilan dewan kota untuk Partai Buruh di Trondheim, terkekeh ketika ia mendengar tentang masalah VG.

“Kami harus bertahan. Kami tahu lelucon itu cukup keterlaluan, dan harus ada ruang tersendiri untuk lelucon-lelucon semacam itu,” katanya.

Elmi mengatakan bagaimana bereaksi terhadap lelucon semacam itu adalah pertanyaan pribadi.

Menurut manajer editorial, VG telah menerima “beberapa, tapi tidak banyak” reaksi-reaksi terhadap lelucon tersebut.

Ini sangat jarang bahwa Ombudsman Kesetaraan dan Diskriminasi menerima pengaduan tentang lelucon tersebut.

“Ada banyak blog dan forum-forum diskusi yang jelek di web. Di mana kita bisa masuk ke beberapa keluhan mengenai pelecehan dari berbagai kelompok, tetapi tidak dalam bentuk lelucon seperti ini,” ujar Grimsmo.

Pada tahun 2008, bersama dengan harian Norwegia Aftenposten, VG dikritik karena definisi teka-teki silang mereka.

Aftenposten memberikan petunjuk-petunjuk berikut ini dalam salah satu teka-teki silang:

1. Petunjuk: Hal di Oslo yang dilakukan oleh ‘multikultural’. Jawaban: perkosaannews_2

2. Petunjuk: Desa Negro. Jawaban: Kraal

VG menerbitkan teka-teki silang ini:

1. Petunjuk: Penggunaan lain untuk orang cacat di Irak. Jawaban: Suicide bomber (Pembom bunuh diri)

2. Petunjuk: ‘Pilihan karir’ Muslim yang lebih banyak dan lebih umum. Jawaban: Terrorist (teroris)

editor Aftenposten Hilde Haugsgjerd menerima kritik dan mengatakan bahwa proses editorial mereka gagal dalam kasus ini. Karena teka-teki silang yang disiapkan setiap hari dengan tenggat waktu yang ketat, ada hal-hal yang kadang-kadang lewat. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, mereka akan menetapkan aturan untuk bagaimana kata-kata dapat ditetapkan untuk teka-teki silang.


Editor VG, Bernt Olufsen, mengatakan mereka akan menanggapi berdasarkan keputusan dari Ombudsman diskriminasi. VG tidak berniat untuk mempublikasikan materi yang dapat ditafsirkan sebagai penghinaan umat Islam secara umum. (iw/ads/iie) www.suaramedia.com