Posts tagged as:

Roma

Narasi Maulid

by konspirasi on March 1, 2010


Inilah puisi yang saya tulis dan baca 20 tahun silam di hadapan YM almarhum Ustadz Husin al-Habsyi. Semoga kita tergolong orang-orang yang beterimakasih kepada Baginda Muhammad SAW.

Di lorong Salam yang tenang, di sepetak bangunan yang remang
di bilik sempit yang temarang, di kampung Tihamah yang lengang
di jantung Bakkah yang gersang, di persada Jazirah yang kerontang…

sinar misterius menghunjam persada dan membedah malam pertengahan Rabi’ul awwal, sebuah jeritan bayi malakuti melambung dan mengoyak angkasa Ummul-Qura
gemerincing lampu-lampu kristal istana Khosro Parwiz mengisyaratkan sebuah peristiwa
…dentang-dentang lonceng raksasa gereja Roma mengumandangkan sebuah warta
…debam-debam gajah-gajah Abrahah yang berjatuhan beradu bagai genderang laga
…kelepak sayap merpati di atas Mekkah yang menari bersusulan laksana rebana pesta

lalu terdengar kumandang …
selamat menggigil, cukong-cukong tamak…
selamat berhamburan, tuhan-tuhan bertulang…
selamat berjatuhan, raja-raja jorok…
selamat ketakutan, seniman-seniman cabul di pasar ukaz,
selamat bangkrut, saudagar-saudagar budak
berpestalah, hai kuli-kuli gratis juragan-juragan Quraisy
bergembiralah, hai kaum buruh di ladang Umayyah
kumandangkan lagu kemerdekaan
gelarlah permadani merah demi menyambut MUHAMMAD!

Mentari menyingsing dan menyongsong,
purnama menyeruak dan menyapa,
gemintang berkilau dan menyambut,
pelangi berhias dan mendaulat
Ka’bah menyala san mengucapkan ’selamat datang’ ’selamat lahir’
kepada debur ombak rabbani yang bergulung menghempas buih syaitani
kepada desah nafas subuh yang berhembus lembut segarkan pori-pori fitrah
kepada rinai-rinai iman yang berguguran membilas sahara Hijaz
kepada sepoi-sepoi sejuk yang meniup pucuk dedaunan korma
kepada simponi tangkai zaitun yang bergesekan laksana biola
kepada mawa api tauhid yang menjilat gelap syirik
kepada untaian syair ilahi yang abadi
kepada rangkaian firman yang suci
kepada penguasa altar malakut yang menghadirkan gelegar dahsyat di lelangit
kepada kuasa Musa, kasih Yesus, damai Budha, hikmah Socrates, logika Aristo, ide Plato, aura Zoroaster dan wibawa Lao Tse
kepada pemuka para kohen, santo dan imam
kepada utusan Sang Khuda, duta Sang Theos, pewarta Sang Hyang dan Rasul Allah
kepada Sang Rahmat
kepada dia yang bernama MUHAMMAD!

Bertapa dalam gua gelap Tsur
bersemedi dalam lembah Hira
menggigil dalam kesendirian lereng Arafah
menggelinjang dalam asmara Lahut
menggigil dalam pelukan Sang Jalal
mengerang dalam kehangatan Sang Jamal
bergejolak dalam pesta malaikat
menanggalkan busana raga
hilang dalam Ada
kembali memasuki nasut
dilumuri kotoran onta di Haram
dilempar bebatuan bocah-bocah Thaif
bermandikan darah di Uhud
bersenda jenaka di hadapan yatim
menghibur para janda syuhada
berhariraya dengan gelandangan
bergaul dengan kaum cacat dan kusta
bersukacita didatangi tamu tuna netra
berjalan menunduk di keramaian
mencium tangan pekerja kasar
pemaaf kala berkuasa
membantu sebelum diminta
berbalik tubuh bila diseru
menegur tanpa menunggu
bermurah dengan senyum
menggali parit dan sumur
tidur dengan bantal batu
menawarkan jasa tenagakerja
keluar masuk pasar
dan berseru akulah Sang Utusan
akulah MUHAMMAD

Muhammad Sang Nabi,
nabi pahlawan dan cendekiawan bagi Haidar
nabi kelana pencari kebenaran bagi Salman
nabi demonstran pemberani bagi Abu Zar
nabi gelandangan beriman bagi Ammar
nabi prajurit tanpa pamrih bagai Miqdad
nabi budak berhati salju bagai Bilal

Lumpang tempat putrinya menumbuk gandum teramat mahal bagi kami
Derit pintu rumahnya yang reot terlalu merdu di telinga kami
Atap pelepah korma biliknya sungguh teduh di atas kepala kami
Darah di dahi dan pelipismu saat di Uhud benar-benar menyesakkan dada kami
Tangisan kedua cucumu yang sakit menahan lapar betapa menusuk hati kami
Suaramu yang parau saat meminta secarik kertas dan pena sunggu menyedihkan kami
Kerja kerasnya yang dihancurkan
Kemakusmannya dilecehkan
Ajarannya dianggap rongsokan

Kini lihatlah ia sedang melihat kita dengan mata kecewa
kita yang sedang nongkrong di atas fosil-fosil kebodohan
kita yang asyik harakiri dengan pornografi atas nama seni
kita yang makin trampil menjadi bangsa yang latah
kita yang sakau dengan korupsi dari rt sampai pejabat
kita yang sudah kehilangan etika ketimuran
kita yang menjadi konsumeris dan pemuja raga
kita yang sibuk mempertontonkan lakon anarkisme
kita yang sudah menjadi kue ulangtahun dalam pesta para musuh
kita yang tak lagi bisa hidup rukun dan menghargai perbedaan
kita yang sebenarnya tak mengenal MUHAMMAD

Duhai MUHAMMAD,

Di tengah umatmu ada segerombolan orang yang mengusung jargon-jargon agama lalu melakukan privatisasi penafsiran teks sambil menyemburkan tuduhan sesat kepada kelompok lain

Di tengah kami ada yang mengkafirkan dan menghalalkan darah sesama muslim hanya karena berbeda pandangan dan mazhab

Di tengah kami ada yang merasa telah menjadi muslim sejati hanya dengan menggelindingkan butir-butir kaca

Di tengah kita ada segelintir orang yang bermain-main dengan nasib bangsa dengan memperkaya diri dan melakukan pengkhianatan

Di tengah kami ada segerombolan manusia rakus yang melakukan penebangan liar, pencemaran lingkungan, penggusuran demi keindahan kota, dan phk dengan dalih efesiensi atau ‘pailit yang direncanakan’.

Di tengah kita muncul sejumlah istilah-istilah aneh seperti ‘politik uang’, ‘dagang sapi’, ‘tebang pilih’, ‘jual beli perkara’, ‘calo senayan’, dan yang paling gres penjarahan dengan dalih “berdampak sistemik”.

Karena itu, doakanlah kami agar dapat menemukan jatidiri kami sebagai bangsa yang bermoral, terhormat, rukun dan bangsa yang tidak didikte oleh asing untuk melakukan transaksi yang tidak adil.

Maafkanlah kami, maafkanlah kami.

{ 0 comments }





LONDON (SuaraMedia News) – Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, dituding sebagai orang yang munafik. Tuduhan tersebut dilontarkan setelah Miliband memutuskan untuk mengirimkan putranya ke sebuah sekolah Church of England (Gereja Inggris), meski sejatinya Miliband sendiri merupakan orang atheis.

Menteri Inggris tersebut, bersama dengan Louise, Istrinya, telah mengirimkan putra tertua dari dua orang anak yang mereka adopsi ke sekolah keagamaan yang terletak satu mil lebih dari kediaman mereka di London utara, meski keduanya tinggal berdekatan dengan sebuah sekolah sekuler.



Kepala sekolah dari sekolah yang dipilih Miliband adalah seorang kritikus yang secara terang-terangan mengkritik kebijakan pendidikan pemerintah dan tidak mendukung ujian kontroversial untuk anak usia 10 dan 11 tahun.



Bocah berusia lima tahun tersebut mulai masuk di sekolah tersebut pada bulan September tahun lalu meski Miliband sebelumnya pernah menyatakan bahwa dirinya adalah seorang atheis. Sekolah tersebut dibangun dengan bantuan kelompok-kelompok religius, yang berarti bahwa pihak sekolah dapat membeda-bedakan perlakuan terhadap siswanya, didasarkan pada kehadiran orang tua murid di gereja.



Istri Miliband, seorang pemain biola, mulai mendatangi gereja yang memiliki kaitan dengan sekolah tersebut dua tahun sebelum sang putra dimasukkan.






 



Sebaliknya, sekolah yang terletak paling dekat dengan kediaman Miliband, Primrose Hill Primary, terikat dengan kebijakan dewan distrik Camden dan harus bersedia menerima seluruh murid dengan latar belakang keyakinan apapun.



Ada banyak orang tua yang menjatuhkan pilihan kepada sekolah keagamaan karena hasil yang ditunjukkan lebih baik, sekolah keagamaan juga tampaknya mampu memberikan peningkatan yang lebih jauh.



Dalam sebuah tabel peringkat sekolah yang baru-baru ini diumumkan, hampir dua pertiga dari 329 sekolah dasar yang memiliki hasil “sempurna” adalah sekolah Anglikan, Katolik Roma, atau Yahudi. Pada tahun 2007, hanya empat dari sepuluh sekolah keagamaan yang memiliki hasil “sempurna”.



Terry Sanderson, presiden dari Masyarakat Sekuler Nasional, yang menginginkan pembubaran sekolah-sekolah keagamaan, mengatakan: “Miliband turut bergabung dengan ribuan orang tua yang dipaksa menelan kemunafikan kebijakan pendidikan dari pemerintahannya sendiri.”



“Hal itu berbahaya karena, pada saat sekolah keagamaan mendapatkan reputasi karena hasil-hasil yang lebih baik, para orang tua yang paling mementingkan diri sendiri – dan, saya rasa orang-orang kelas menengah – memilih sekolah keagamaan, hal itu menaikkan hasilnya dengan lebih jauh.”



Asosiasi Masyarakat Humanis Inggris, yang ingin menghilangkan hak sekolah keagamaan untuk melakukan diskriminasi atas dasar agama, mengatakan bahwa pilihan yang dijatuhkan Miliband terhadap sekolah tersebut adalah urusan pribadi.



Kubu oposisi juga menolak untuk membeikan komentar, meski partai tersebut sebelumnya menerima rencana radikal pendanaan sekolah independen oleh pemerintah, yang dapat mengarah pada peningkatan jumlah sekolah yang memilih murid berdasarkan keyakinan yang dianut.



Pada bulan Desember 2009, kepala sekolah tersebut mengkritik kebijakan yang diambil Partai Buruh mengenai ujian sekolah. Kepada Camden Gazzette, ia mengatakan: “Pemerintah terlalu banyak mencurahkan fokus kepada pencapaian, bukannya perkembangan anak-anak.”



“Anda tidak bisa meraih pencapaian yang baik di semua sekolah. Sekolah-sekolah yang menjejalkan teori kepada murid-muridnya hanya demi nilai yang baik seharusnya tidak disertakan, karena sekolah-sekolah itu memiliki jangkauan kurikulum yang sempit.”



“Kami sama sekali tidak mengandalkan buku diktat. Kami melakukan sebagian besar aktivitas belajar mengajar melalui seni, drama dan musik. Kami memiliki kurikulum yang kreatif. Sekolah ini menyenangkan bagi para staf pengajar dan juga murid-murid. Dan sebuah sekolah memang seharusnya seperti ini.”



Pada hari Minggu, sekolah tersebut mengeluarkan penyataan yang berbunyi: Sebagai sekolah yang dibangun dengan sumbangan kelompok keagamaan, maka prioritas utama diberikan kepada anak-anak yang, bersama dengan kedua orangtuanya, bekomitmen penuh terhadap gereja dan rajin beribadah.



“Nyonya Miliband adalah seorang jemaat dalam parokinya, lebih dari satu tahun sebelum memasukkan putranya ke sekolah, dan ia masih sering datang ke gereja.”



Miliband mengadopsi dua orang putra, satu pada tahun 2004, dan satu orang lagi tiga tahun kemudian. Keduanya diadopsi di AS. Istri Miliband memiliki paspor ganda, Inggris dan AS.



Sementara itu, pihak sekolah Primrose Hill menolak memberikan tanggapan. (dn/tg) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Image

Orang-orang ini mendapat gelar “Black“ nobility karena ketidakpedulian mereka terhadap moral dan kepantasan perbuatannya. Mereka melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, perampokan, dan semua kejahatan penipuan lain yang cakupannya lebih luas lagi, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan-tujuannya. Mereka mempunyai segala kekayaan. Dan uang adalah kekuasaan. Keluarga-keluarga yang paling kuat ada di Itali, Jerman, Swiss, Inggris, Belanda, dan ...

Image

{ 0 comments }

</