Posts tagged as:

Syria





DUBAI (SuaraMedia News) – Israel merasa khawatir dengan ancaman yang dikeluarkan oleh kepolisian Dubai. Dubai mengatakan bahwa mereka akan mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, jika Mossad terbukti terlibat dalam pembunuhan Mahmoud al Mabhouh, seorang pemimpin Hamas.

Harian berbahasa Ibrani, Maariv, mengutip ucapan seorang polisi senior yang mengumumkan bahwa Dubai telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Netanyahu jika terbukti terlibat dalam pembunuhan yang dilakukan Mossad terhadap al Mabhouh di sebuah hotel di Uni Emirat Arab.



Netanyahu diduga telah menandatangani surat perintah pembunuhan Mabhouh. Pihak kepolisian Dubai mengatakan bahwa ancaman tersebut harus dipertimbangkan secara serius dan tidak diremehkan.



Di balik pembunuhan Mabhouh, ada indikasi keterlibatan Mossad, demikian kata komisaris kepolisian Dubai, Dahi Khalfan.



Dia menambahkan bahwa ancaman tersebut juga berlaku bagi seluruh badan intelijen di dunia, Mossad, Hamas, atau badan intelijen lainnya.






Kepala polisi tersebut juga menampik tudingan Israel yang mengatakan bahwa al Mabhouh terlibat dalam pengiriman senjata dari Iran ke Gaza, dan hendak bertemu dengan para pejabat Iran di Dubai. “Jika benar Mabhouh berkeinginan melakukan pertemuan dengan pejabat Iran, seperti yang diberitakan media Israel, maka Mabhouh bisa melakukannya di Syria atau di Iran, tidak perlu di Dubai.”



“Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, akan menjadi orang pertama yang masuk daftar buronan karena dia pasti menjadi orang yang menandatangani keputusan pembunuhan al Mabhouh di Dubai. Kami akan mengeluarkan perintah penangkapan terhadap dirinya,” kata Khalfan di situs Uni Emirat Arab, The National.



Kepala polisi Dubai tersebut juga mengatakan bahwa cara-cara yang dipergunakan untuk menghabisi al Mabhouh adalah cara-cara Mossad, namun ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.



Khalfan menolak mengidentifikasi nama tersangka yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia juga menyanggah pendapat Hamas yang mengatakan bahwa para pembunuh memasuki wilayah Dubai beserta rombongan menteri Israel, Uzi Landau, pada saat melakukan kunjungan ke Dubai baru-baru ini.



Pada hari Rabu, Khalfan menyampaikan peringatan, “ada badan intelijen luar negeri yang beroperasi di belakang punggung kami.” Ia kemudian menambahkan, “siapapun yang melakukan itu harus waspada terhadap bagian belakangnya sendiri.”



Mahmoud Abdul Raouf al-Mabhouh tewas pada tanggal 20 Januari 2010 di Uni Emirat Arab.



Mabhouh, yang dilahirkan 50 tahun yang lalu di Jalur Gaza namun tinggal di Syria sejak tahun 1989, dibunuh satu hari setelah tiba di Dubai, kata seorang tokoh Hamas Izzat al-Rishq.



Rishq tinggal di Damaskus, bersama dengan sejumlah pemimpin utama Hamas, termasuk pemimpin gerakan tersebut, Khalid Meshaal.



Amerika Serikat, yang memulai perbaikan hubungan dengan Damaskus, meminta aparat Syiria untuk membantu “menetralkan” Hamas agar tidak menjadi “kekuatan bersenjata” Timur Tengah.



Syria melawan tekanan AS beberapa tahun lalu untuk mengusir pemimpin Hamas. Presiden Syria, Bahsar al-Assad telah berulangkali menekankan bahwa gerakan perlawanan adalah hak yang sah dari rakyat Palestina. (dn/im/hz/sm) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Tiba Di Dubai, Komandan Hamas Dihabisi Agen Israel

by konspirasi on January 31, 2010





DAMASKUS (SuaraMedia News) – Israel membunuh seorang komandan militer Hamas di Dubai. Mahmoud Abdul Raouf al-Mabhouh tewas pada tanggal 20 Januari 2010, demikian kata Izzat al-Rishq, kepada Reuters dari ibukota Syria, Damaskus.

Hamas mengatakan bahwa salah seorang komandannya dibunuh oleh agen Israel di Dubai.



Rishq mengatakan bahwa Mabhouh adalah seorang anggota penting dari brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas yang namanya diambilkan dari seorang pemimpin religius Syiria yang memerangi pasukan penjajah Inggris di Palestina pada tahun 1930an.



“Saya tidak bisa mengungkapkan apa yang terjadi. Kami tengah bekerja sama dengan aparat di Uni Emirat Arab,” kata Izzat al-Rishq pada hari Jumat (29/1).



Mabhouh, yang dilahirkan 50 tahun yang lalu di Jalur Gaza namun tinggal di Syria sejak tahun 1989, dibunuh satu hari setelah tiba di Dubai, kata Rishq.






Jenazah Mabhouh tiba di ibukota Syria, Damaskus, pada hari Kamis untuk dimakamkan kemudian.



Rula Amin, koresponden Al Jazeera di Libanon, mengatakan: “Tampaknya Hamas telah memutuskan untuk mengungkapkan kejadian ini (pembunuhan Al-Mabhouh) sepuluh hari setelah kejadian. Namun kita tidak tahu alasan mengapa mereka mengungkapkannya sekarang.”



Para pejabat Israel sejauh ini menyangkal dugaan keterlibatan dalam peristiwa pembunuhan tersebut.



Rishq hidup di Damaskus, bersama dengan sejumlah pemimpin utama Hamas, termasuk pemimpin gerakan tersebut, Khalid Meshaal.



Amerika Serikat, yang memulai perbaikan hubungan dengan Damaskus, meminta aparat Syiria untuk membantu “menetralkan” Hamas agar tidak menjadi “kekuatan bersenjata” Timur Tengah.



Syria melawan tekanan AS beberapa tahun lalu untuk mengusir pemimpin Hamas. Presiden Syria, Bahsar al-Assad telah berulangkali menekankan bahwa gerakan perlawanan adalah hak yang sah dari rakyat Palestina.



Bulan Januari tahun lalu, seorang politisi Hamas juga tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza.



Said Siam, yang menjabat sebagai menteri dalam negeri pemerintahan Hamas, terbunuh bersama dengan seorang putra dan saudara laki-lakinya dalam sebuah serangan udara di kamp pengungsian Jabaliya.



“Said Siam, putranya (Mohammed) dan saudara laki-lakinya telah syahid sebagai martir di Gaza,” demikian dilaporkan oleh Al-Quds, stasiun televisi Hamas yang berbasis di Beirut.



Hamas mengkonfirmasikan kematian ketiganya dalam sebuah serangan udara Israel terhadap sebuah rumah yang disewa oleh saudara laki-laki Siam.



Mohammed Nazzal, seorang pejabat Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera: “Darah Siam akan menjadi kutukan bagi entitas Zionis.”



Gerakan Hamas juga memiliki perwakilan di Libanon. Sebuah ledakan bom di Beirut menewakan dua orang anggota gerakan tersebut pada bulan Desember. (dn/wb/aj/wp) www.suaramedia.com


{ 0 comments }

Pameran Seni Islam Rubah Suasana Jantung AS

by konspirasi on November 17, 2009

Inilah salah satu kerajinan logam Islami yang turut dipamerkan dalam pameran Islam di Washington yang digelar sejak 24 Oktober hingga Januari mendatang.

Inilah salah satu kerajinan logam Islami yang turut dipamerkan dalam pameran Islam di Washington yang digelar sejak 24 Oktober hingga Januari mendatang. (SuaraMedia News)WASHINGTON (SuaraMedia News) – Koleksi-koleksi  unik dan ribuan mahakarya seni berharga yang berakar dari semangat Islam mencuri perhatian di jantung ibukota AS, dalam sebuah perayaan spiritualitas dan keragaman seni dunia Islam dari Maroko hingga Iran.

“Ini bukan koleksi yang sangat besar, tidak seperti yang ada di museum Inggris, tapi dari segi kualitas ini adalah salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Massumeh Farhad, kepala bidang seni Islam di Galeri Freer and Sackler, Museum Seni Amerika Smithsonian, Washington.

Sekitar 5.000 karya seni Islam langka dipajang di eksibisi permanen Seni Islam di Galeri Freer, menarik perhatian banyak pengunjung  baik dari Amerika maupun para turis yang berkunjung ke kompleks museum terkenal itu.


Farhad mengatakan karya-karya seni itu dikumpulkan dari seluruh dunia selama berpuluh tahun.

“Karya seni Islam telah menjadi bagian dari Freer sejak tahun 1921.”

Karya-karya seni itu kini dipamerkan di salah satu eksibisi besar yang mencuri perhatian di kompleks prestisius dan merayakan keragaman peradaban yang berasal dari satu keyakinan, Islam.

Pihak penyelenggara pameran mengatakan bahwa koleksi-koleksi itu mewakili semua bentuk seni Islam yang pernah ada.

“Meliputi semuanya, keramik, benda dari logam, kaca, kayu, dan arsitektur.”

Para pengunjung dapat melihat berbagai bentuk karya seni, mulai dari manwashinglam_1gkuk kuningan dan batangan lilin dari Irak dan Syria hingga folio kuno Al Qur’an dari Turki.

Terdapat juga tembikar dan keramik serta lukisan yang mewakili tradisi dari Iran, Mesir, Turki, Afghanistan, Uzbekistan, dan negara-negara lain.

Sebagai bagian dari perayaan terhadap koleksi prestisiusnya, museum ini setiap tahunnya memberikan penghormatan pada tempat kelahiran seni dan budaya Islam yang berbeda-beda.

Tahun ini adalah Iran.

“Apa yang berusaha kami lakukan adalah memfokuskan perhatian pada seni dan budaya Iran,” jelas Farhad.

Museum tersebut saat ini memamerkan “Falnama”, sebuah eksibisi koleksi langka dari manuskrip kaya hiasan berisi nasihat dan saran dari para shah, sultan, dan Muslim jelata Persia di abad 16.

Pameran yang dimulai tanggal 24 Oktober dan akan digelar hingga 24 Januari ini melibatkan 65 karya seni.

Benda-benda itu dipinjamkan oleh museum termasuk Istana Topkapi Istanbul, Louver, museum seni Islam Berlin dan museum sejarah Jenewa.

“Falnama berarti buku almanak, dan buku-buku ini dimaksudkan untuk membantu kita masuk ke dunia yang tidak diketahui,” ujar Farhad.

“Namun ketika kita melihat ilustrasi dan jenis subyek yang ada di dalamnya, kita menyadari bahwa makna dari karya-karya seni ini lebih mirip dengan karya seni dari dunia Islam,” tambahnya.

“Manuskrip ini benar-benar dimaksudkan untuk memberitahu kita bagaimana hidup di dunia. Ini adalah semacam buku panduan yang menceritakan kisah tentang pwashinglam_2ara nabi dan raja jaman dulu.”

Farhad mengatakan bahwa periode Iran meliputi aktivitas-aktivitas lain yang diorganisir oleh Smithsonian untuk menggarisbawahi banyak aspek dalam kebudayaan Iran.

“Kami memiliki satu hari keluarga ketika merayakan Norooz, atau awal tahun Persia dan perayaannya dihadiri 8000 orang,” ujarnya.

“Di bulan Januari akan ada sebuah festival yang fokus pada film dan film sinema di Iran.”

Petugas Smithsonia membantah adanya hubungan antara fokus pada kebudayaan Iran dan perseteruan politik antar kedua negara.

Farhad meyakini bahwa memperlihatkan kebudayaan Islam yang unik seperti Irak kepada wakyat Amerika harus terpisah dari agenda politik apa pun.

“Apa yang dapat kami lakukan adalah menekankan aspek budayanya, terlepas dari apa yang terjadi di dunia politik.” (rin/io) www.suaramedia.com

{ 0 comments }

</